oleh

Direktur Poldagri Sikapi dan Berikan Opsi Solusi Perseteruan Kada dan Wakada

Jakarta, Kicaunews.com – Adanya Perseteruan kepala daerah dengan wakilnya yang mencuat belakangan ini di beberapa daerah Indonesia mulai mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan.

Salah satunya perhatian itu datang dari Birokrat Bergelar Doktor dari Direktur Dalam Negeri Kementerian dalam negeri Dr. Bahtiar, M.Si

Ia menilai beberapa perseteruan terbuka kepala daerah dan wakilnya akibat merosotnya kualitas leadership hasil pilkada.

“Juga menunjukkan rendahnya komitmen, integritas dan etika pemerintahan kepala daerah dan wakil kepala daerah,” ujar Bahtiar kepada wartawan, Minggu (4/2/2018).

Bahtiar menyatakan, perseteruan juga mengindikasikan bahwa posisi wakil kepala daerah dari unsur politisi dalam sistem pemerintahan daerah sangat tidak efektif.

“Ini perlu dievaluasi. Mereka lima tahun dalam jabatan, kalaupun tampak mesra, tapi isi sesungguhnya hanya mesra-mesra gersang. Karena keduanya adalah politisi dan jika ada peluang mereka berdua jadi kompetitor, bertarung dalam pilkada,” ujarnya.

Dia mengatakan, perlu segera dilakukan evaluasi menyangkut hal ini. “Wajib dievaluasi. Masyarakat daerah dirugikan dengan sistem pemerintahan daerah dan kualitas kepempinan yang seperti itu,” imbuhnya.

Dirinya menyebut terdapat dua opsi solusi untuk mengatasi persoalan tersebut

Pertama, kepala daerah dipilih tanpa wakil. “Karena sudah ada sekda dan para asisten setda. Ini akan lebih efisien dan efektif dan sejarah pemerintahan kabupaten/kota Indonesia adalah bekas kerajaan.Dan budayanya bahwa dalam kerajaan hanya ada satu matahari, ” tuturnya.

Opsi kedua, jika masih dianggap perlu ada wakil kepala daerah, maka wakilnya itu diangkat dan diberhentikan oleh kepala daerah terpilih, bisa dari ASN atau non-ASN.

Sekedar informasi, beberapa perseteruan beberapa kepala daerah dengan wakilnya menjadi viral seperti Bupati Tolitoli Sulteng Mohammad Saleh Bantilan nyaris adu jotos dengan wakilnya Abdul Rahman H. Buding.

Baca juga :  Memasuki Masa Tenang Pilkada, Ujaran Kebencian Masih Berpotensi Berhembus

Kedua, perseteruan antara Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, H Mursini dengan Wakil Bupati H Halim.

Belum lama ini juga masih hangat konflik terbuka Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie dengan wakilnya, Udin Hianggio.

Sumber: JPNN

 

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru