Islam Rahmatan ‘Lil ‘Alamin’ Dalam Kontruksi Pancasila

0
Bagikan :

 

[OPINI], KICAUNEWS.COM – Kata ‘Islam’ berasal dari Bahasa Arab, yang artinya ‘keselamatan’ atau ‘kedamaian’, dengan demikian Islam berarti, membawa keselamatan dan perdamaian dalam kehidupan di dunia maupun akhirat. Selain itu, Islam juga merupkan agama penyempurna dari berbagai jenis kepercayaan sebelum masanya baik Yahudi, Nasrani dan sebagainya.

Agama sebagai penyempurna ini tetap memberikan ketoleransiannya terhadap umatnya sendiri dan dengan umat antar beragama. Islam hadir bukan hanya sebagai identitas saja, melainkan memiliki isi berupa ajaran-ajaran salam.

Nilai-nilai salam tersebut sangat penting untuk di aktualisasi, karena melihat keadaan sekarang banyak orang yang menjadi islamophobia, dalam artian ketakutan terhadap islam.

Selama ini kesan terhadap orang muslim dan agama islam itu sendiri beranggapan bahwa islam itu teroris, radikal, penuh dengan kekerasan, dan sebagainya yang mengarah kepada hal negatif. Ketakutan itu terjadi semenjak adanya tragedi terorisme atas nama islam.

Padahal islam sendiri tidak mengajarkan kekerasan, Islam tidak mentolerir segala bentuk kekerasan atas nama apa pun atau usaha memperjuangkan kebenaran dengan cara mencelakakan diri sendiri atau orang lain seperti bom bunuh diri demi memperjuangkan suatu idealisme.

Pemikiran itu seharusnya dibendung agar tidak terjadi lagi, dan islam sendiri justru memberikan suatu ajaran dengan penuh hikmah, ketulusan dan kedamaian dengan tertuang dalam kata Islam itu sendiri. (Al Baqoroh: 256)

Faktanya, saat ini menunjukkan bahwa begitu besarnya pengaruh negatif dari pemikiran yang salah terhadap islam yang dapat membawa ke dalam keburukan dan kekerasan, padahal dalam islam sendiri tidak demikian.

Karena pada dasarnya islam memiliki motto yang biasa kita dengar dengan sebutan Islam Rahmatan Lila’lamin yang sesungguhnya islam memang benar rahmat atau kasih sayang untuk alam ini.

Artinya bahwa umat islam harus mengaplikasikan hal tersebut untuk menampilkan islam autentik yang sangat damai (peaceful), penuh empati dan harmoni. Jalan kekerasan yang menjadi paradigma masyarakat bukanlah solusi dalam memecahkan berbagai persoalan.

Sampai-sampai ada anggapan bahwa melakukan hal-hal kekerasan yang memicu pada terorisme dan radikalisme adalah jihad fi sabilillah yang mengatas namakan tuhan dan agama.

Padahal itu merupakan bukan pemahaman islam dengan kafah dan mendalam serta ada indikasi lain yang berlawanan dengan agama sehingga menyebabkan kekerasan yang dilakukan terjadi dengan sengaja dan terorganisir.

Agama Islam masyhur di kalangan masyarakat Indonesia, karena islam sendiri merupakan agama terbesar pertama yang berkembang dan dianut oleh warga negara Indonesia.

Indonesia memang unik dengan kemajemukannya masih tetap kokoh mempertahankan kemerdekaanya, dengan satu ideologi yang menyatukannya dan membuat keadaan tetap harmonis yakni dengan adanya Pancasila.

Pancasila merupakan dasar dari tatanan negara Indonesia yang berisi dari kesemuanya pokok ajaran dalam beragama. Fungsi pancasila sebagai dasar negara Indonesia dengan memadukan prinsip ketuhanan dan prinsip kebangsaan.

Nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila merupakan bagian dari pengimplementasian dari Islam Rahmatan Lil A’lamin, karena pancasila membawa kedamaian untuk merawat negara Indonesia dengan saling menghargai, toleransi, berpatisipasi dalam demokrasi, bermasyarakat, beragama, gotong royong antar perbedaan yang ada di Indonesia ini.

Dengan berbagai perbedaan yang ada untuk menciptkan cinta akan tanah air tanpa perdebatan. Memang perbedaan itu menjadi rahmat untuk merawat negeri ini. Tanpa adanya kekerasan dan sentimen terhadap suatu golongan dengan golongan tertentu dari perbedaannya, sehingga hanya pancasila lah yang hanya dapat menyatukan semua golongan.

Islam hadir di negeri nusantara ini menjadi sebuah keberkahan tersendiri, menjadikan Islam Rahmatan Lil A’lamin sebagai tonggak perdamaian dalam bermasyarakat dan bersosial.

Untuk mewujudkan Indonesia yang damai perlu adanya keterlibatan semua orang akan kesadaran, mampu dan mengkaji perbedaan-perbedaan yang ada dengan upaya pembentukan karakter, moral dan kultur sesuai dengan kaidah agama yang baik dan benaar.

Dengan sistem demokrasi di Indonesia merupakan suatu pengaplikatifan dari sistem perpolitikan dalam islam dengan berasaskan musyawarah mufakat dan melibatkan semua elemen dalam keberlangsungan memecahkan suatu persoalan dalam pemerintahan Indonesia.

Sistem demokasi yang berasaskan musyawarah mufakat mengedepankan persatuan, kesatuan dan kebersamaan yang diciptakan dari sebuah perbedaan.

Pancasila memiliki semuanya dalam konsepsi kehidupan, mulai dari nilai-nilai teologi yang membahas tentang kepercayaan akan menjadi sebuah agama tercantum dalam sila pertama yakni ketuhanan yang Maha Esa, dan humanisnya dengan adanya pokok-pokok sosial yang mencakup di dalam pancasila pada sila ke dua sampai sila ke lima.

Pancasila dapat diwujudkan dengan sifat nasionalisme tinggi terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, dalam islam cinta terhadap tanah air atau negaranya sendiri juga merupakan bagian dari iman.

Nasionalisme tak hanya sekedar menjadi pembicaraan dan ideologi, tetapi harus juga terwujud dalam kehidupan masyarakat dan administratif negara berupa identitas kewarganegaraan.

Melalui cinta tanah air (hubbul wathan) dapat menumbuhkan persatuan antar orang beriman semakin kuat, karena terikat oleh tanah kelahirannya meskipun keyakinan keagamaan berbeda.

Menjaga dan mencintai tanah air mempunyai andil besar untuk menjaga keberlangsungan kehidupan dan pelaksanaan antar umat beragama yang didasari oleh keiman kepercayaan masing-masing.

Menurut gubernur Nusa Tenggara Barat, Muhammad Zainul Majdi, “Cinta Indonesia adalah untuk kepentingan kita semua, sekalinya kita kehilangan Indonesia maka kita akan kehilangan segala-galanya termasuk pancasila sebagai ideologi negara”.

Dalam forum majlis harmoni perdamaian yang diselenggarakan pada 21-25 Januari 2018 oleh Nusatenggara Centre yang bekerjasama dengan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Perbedaan menciptakan rasa nasionalisme kuat terhadap kehidupan bernegara, beragama dan berbudaya dengan penuh pengimplementasian dari nilai-nilai yang tertera dalam setiap butih pancasila. Bangun kebersamaan dalam keberagaman pada semua ranah konteks lingkup negara.

Manapiah Anadiroh
Penulis Adalah, Alumni Lombok Youth Camp For Peace Leader 2018 Nusatenggara Centre. Saat ini adalah mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Bagikan :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*