oleh

Tim Dittipideksus Mabes Polri sukses gerebek Pabrik Gas Oplosan Ilegal di Tangerang

TANGERANG KOTA, KICAUNEWS.COM -Polisi berhasil membongkar praktik gas oplosan ilegal di Neroktog, Kota Tangerang. Gas dioplos dengan cara menyuntikkan gas tabung 3 kilogram (melon) ke tabung 12 dan 50 kilogram.

Pengungkapan yang dilakukan tim Dittipideksus Mabes Polri, pada Kamis (11/1/2018) di Kav DPR Blok C Kelurahan Nerogtog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, lantaran laporan masyarakat se Jabodetabek sulit mendapatkan gas melon sejak dua bulan lalu.

“Ditemukan oleh rekan Dittipideksus setelah melakukan penyelidikan selama satu bulan setengan. Ada di lokasi ini kegiatan yang melanggar hukum, gas yang 3 kilo ini disuntikkan dan ini sangat berbahaya karena secara manual bukan secara otomatis atau pakai mesin,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto, Jumat (12/1/2018).

Dia melanjutkan, saat polisi datang di lokasi gas oplosan ada sekitar 60 orang yang sedang bekerja di gudang. Setelah tahu pelaku langsung kabur saat tahu polisi datang.

Polisi menangkap seorang berinisial F yang merupakan penanggung jawab di gudang tersebut. Selain itu ada 3 orang lainnya yang juga diamankan namun masih berstatus saksi.

“Pelaku sudah ditahan, pelaku utama atas nama F, ada beberapa pembantunya yang terorganisir, ada yang mencari bahan ada lagi yang menjual, sedangkan yang tiga orang yang lain masih sebagai saksi,” ujar Setyo yang juga Kepala Satgas Pangan Mabes Polri.

Selain menangkap pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa ribuan tabung gas berbagai ukuran. Gas tersebut sudah ditaruh di mobil dan siap diedarkan.

“Kita tahan 25 mobil yang semua isinya tabung gas yang sudah diisi. Total 4.200 tabung melon, 396 tabung biru, 110 tabung 50 kilo,” ungkapnya.

Dirinya juga menghimbau, kepada seluruh masyarakat atau oknum yang melakukan kegiatan seperti ini, agar segera menghentikan praktek oplosan gas tersebut.

Baca juga :  Polisi Tembak Mati Satu Pelaku Skimming Asal Bulgaria

“Karena gas ini hanya untuk rakyat miskin, jika kita temukan lagi hal seperti ini akan kita kenakan hukuman yang maksimal dan bahkan lebih tinggi, jika perlu kita kenakan TPPU,” tandasnya.

Tersangka kini dijerat UU perlindungan konsumen dan UU Migas dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara serta denda sebesar Rp 5 miliar.( tris )

 

Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru