oleh

Berikan Kuliah Umum Kepada Kader Menwa, Wakil Ketua BPK Beberkan Arti Revolusi Mental

JAKARTA, KICAUNEWS.COM — Dalam menyikapi dinamika yang begitu kompleks, Wakil Ketua BPK, Prof. Bahrullah Akbar menyampaikan kuliah umum kepada para peserta Pelatihan Revolusi Mental bagi Pemuda yang diselenggarakan oleh Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olah Raga Nasional Kementerian Pemuda dan Olah Raga, pada Kamis kemarin (28/12) di Jakarta.

Dihadapan sekitar 100 orang peserta dari Resimen Mahasiswa, Wakil Ketua BPK memaparkan tentang implementasi revolusi mental, strategi penumbuhan, integritas, etos kerja dan gotong royong di kalangan pemuda.

Dijelaskannya, Setiap pemerintahan selalu mempunyai cara tersendiri untuk mencapai tujuan benegara, yang dalam hal ini di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dituangkan dalam Nawa Cita, yang salah satu agendanya adalah membangun karakter bangsa dengan Revolusi Mental.

“Revolusi Mental adalah gerakan hidup baru bangsa Indonesia atau gerakan nasional untuk mengubah cara pandang, pola pikir, sikap-sikap, nilai-nilai, dan perilaku bangsa Indonesia untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian yang bertumpu pada integritas, etos kerja dan gotong royong” ungkap Bahrullah.

Tidak hanya itu, Wakil Ketua BPK mengungkapkan isu-isu strategis yang mendorong pentingnya untuk dilakukan Revolusi Mental seperti krisis integritas dan pandemik korupsi yang diakibatkan oleh kejujuran dan integritas menjadi barang yang mahal dalam kehidupan para penyelenggara negara dan masyarakat. Selain itu etos kerja, daya saing dan kreativitas bangsa Indonesia yang makin tertinggal dari negara lain akibat orientasi materialisme namum berbudaya instan untuk mencapai tujuan hidup. Krisis yang lainnya adalah krisis identitas yang melunturkan kepribadian gotong royong.

Disela kesibukannya, Wakil Ketua BPK, Prof. Dr. Bahrullah Akbar, tidak melupakan “kesatuannya”. Lelaki asal Betawi ini merupakan bagian dari keluarga besar Resimen Mahasiswa (Menwa), hingga pernah menjadi Komandan Menwa Jayakarta, periode 2007-2009.  Ia juga mendapatkan Satya Lencana Casrena Dharmasiwa Menwa Jayakarta 2014.

Bahrullah menyebut Presiden Jokowi ingin mencapai tujuan bernegara dalam 5 (lima) ke depan, melalui program Nawa Cita. “Salah satunya melakukan revolusi karakter bangsa,” jelas Bahrullah ketika memaparkan makalahnya yang berjudul Implementasi Revolusi: Strategi Penumbuhan Integritas, Etos Kerja dan Gotong Royong di Kalangan Pemuda.

Di hadapan para Menwa se-Indonesia itu, Bahrullah mengungkapkan merubah karakter itu harus ada manusia. “Saya sepakat perubahan itu ada di tangan pemuda,” tambahnya.

Lagipula, sambung bahrullah, perubahan karakter tidak akan berjalan tanpa adanya jiwa perubahan. Alasannya, dunia saat itu sedang menghadapi era distruption yang luar biasa. Misalnya, kecanggihan teknologi informasi yang begitu cepat.

Karena pentingnya, maka Presiden Jokowi pun, “Membangun karakter bangsa. Tapi, itu bukan berarti selama ini tidak berkarakter,” jelas Bahrullah.(Red) 

Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru