oleh

KPAI Panggil Penerbit Pustaka Widyatama Yang Membuat Konten LGBT

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) hari ini memanggil penerbit buku pelajaran untuk anak-anak yang diduga berisi konten lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) yang diterbitkan oleh Pustaka Widyatama.

Pertama, Buku yang diklarifikasi oleh KPAI berjudul “ Balita Langsung Lancar Membaca” dengan metode BSB (Bermain Sambil belajar) yang di tulis oleh Intan Noviana dan diterbitkan oleh Pustaka Widyatama. Berdasarkan penelusuran KPAI, Pustaka Widyatama ternyata merupakan anak perusahaan dari Mutiara Media (Media Pressindo Group). Pustaka Widyatama merupakan anak perusahaan yang khusus menerbitkan buku-buku penunjang pelajaran, bahasa, dan anak.

Kedua, KPAI hari ini telah mengundang penerbit, tetapi tidak datang dan tanpa konfirmasi. KPAI akan memanggil kembali mengingat buku tersebut menjadi kontroversi dan meresahkan orangtua. KPAI akan menggali keterangan penerbit untuk mengklarifikasi isi buku yang dianggap tak patut tersebut, karena dari kalimat-kalimat yang ditampilkan dalam buku tersebut diduga kuat mengandung unsur LGBT atau secara berani mengampanyekannya.

Ketiga, KPAI mendesak penerbit untuk segera merevisi buku “Balita Langsung Lancar Membaca” tersebut dan KPAI meminta bukti revisi berupa sampel buku yang sudah dicetak dan direvisi.

Keempat, KPAI mendesak penerbit untuk menarik buku yang masih ada di pasaran dan segera diganti dengan buku yang sudah direvisi dan menarik buku. KPAI akan meminta juga bukti penarikan buku yang dimaksud.

Kelima, KPAI akan ikut mengawasi buku-buku lain yang ditulis oleh Intan Noviana, karena ketika KPAI melakukan penelusuran, ternyata Intan Noviana cukup produktif menulis buku anak-anak, jumlah bukunya yang sudah diterbitkan juga banyak, misalnya: “Belajar Membaca Tanpa Mengeja” (seri 1 dan seri 2); “Sembilan Langkah Dalam 9 Hari Anak Balita Lancar Membaca dengan Metode Tanpa Mengeja”; 1000 Anak Lancar Membaaca Tanpa Dieja”, dan lain-lain.

Baca juga :  Pemda Kunci Dalam Penanganan Bencana

Keenam, KPAI juga mendorong IKAPI untuk ikut menegur para penerbit yang menjadi anggota ketika buku terbitnya terindikasi mengandung unsure keekerasan, pornografi dan radikalisasi.

Ketujuh, KPAI mendorong pemerintah untuk segera membentuk Badan Perbukuan Nasional agar ada sistem kontrol buku yang beredar di Indonesia.

Salam hormat,
Retno Listyarti, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, 085894626212

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru