oleh

Harga Pakan Mahal, Budidaya Lele Di Tangsel Minta Subsidi

PAMULANG,  KICAUNEWS.COM – Usaha budidaya ikan lele jenis Sangkuriang sistem bioflok. Prospek bisnis ikan lele ini dinilai cukup bagus karena permintaannya tinggi. Banyak orang yang latah dan mau ikut bisnis (inves) hanya karena bisa memberikan hasil produksi hingga 105% hanya dalam waktu 3 bulan. Sayang, perdagangan komoditas ini sulit berkembang, karena berbagai hambatan antara lain harga pakan semakin mahal.

Dijelaskan Agus Setiawan, salah seorang budidaya lele di Tangerang Selatan (Tangsel). Mahalnya harga pakan disebabkan belum adanya pengolahan pakan ikan yang diproduksi di Tangsel, sehingga harus membeli hasil produksi pabrik

“Mahalnya harga pakan ikan ini membuat keuntungan dan pendapatan petani jauh menurun. Karena itu kami mengusulkan agar harga pakan ikan dapat disubsidi sebagaimana subsidi pupuk bagi petani. Kami berharap pemerintah melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Tangsel dapat mendorong hal ini,” kata Agus, saat pertemuan dengan pengurus Koperas Bangkit Usaha Mandiri, Minggu (24/12-2017).

Agus menuturkan, harga lele belum beranjak sejak beberapa bulan lalu, yakni Rp 17.000 per kg. Bahkan, harga lele sempat turun di bawah Rp 15.000 per kg. Sedangkan harga pakan selalu naik sekitar Rp 200 per kg setiap tiga bulan.

Mahalnya harga pakan, selain mengakibatkan penurunan jumlah keuntungan para petani, mahalnya pakan ikan itu juga menjadi salah satu faktor penghambat usaha perikanan, karena 80 persen modal usaha budidaya ikan berasal dari kebutuhan pakan ikan, “ujarnya
Sementara itu, wakil ketua koperasi Bangkit Usaha mandiri (BUM), Adi Jayadi, pihaknya terus berupaya melakukan terobosan terkait permasalahan yang dialami para pembudidaya yang sudah bergabung dengan koperasi.

“Karena saya lihat mereka selama ini, bekerja sendiri demi kelompok mereka sendiri. Kalau ada kerja sama antar kelompok dalam wadah koperasi, permasalahan yang dialami bisa ada solusi. Dan satu lagi bagaimana caranya memutuskan relasi dengan tengkulak opportunis yang memainkan harga lele di pasaran, inilah mangfaatnya ada koperasi, dari kita untuk kita,” ujarnya

Baca juga :  Polres Batubara Pastikan Bakal Ada Tersangka Lain ?

Dijelaskan Adi, diakui keberadaan koperasi BUM yang mayoritas memiliki kolam pembudidayaan ikan, dengan jumlah anggota yang sudah bergabung sekitar 150 orang, operasional belum maksimal, terkendala dengan legalitas dan saat ini masih dalam pengurusan di Dinas Koperasi.

“Sebenarnya koperasi ini, sudah terbentuk tiga tahun lalu, sejalan dengan dinamika saat ini sudah terjalin dengan kemitraan dengan Pusat Inkubasi Bisnis dan Kewirausahaan (PINBIK) universitas Pamulang, Dan berharap kemitraan ini, bisa menjadi harapan para petani ikan untuk meningkatkan kesejahteraannya,” kata Adi Jayadi.(Abah)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru