Yudi Latif: Perbedaan Ras, Suku dan Agama, Jangan Jadi Perdebatan !!!!

0
Bagikan :

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Pancasila adalah, pembicaraan tentang ‘kita’ yaitu manusia Indonesia. Perbedaan suku, agama, dan ras seharusnya membantu kita untuk saling mengarifkan diri. Hal itu disampaikan Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), Yudi Latif, dalam acara Dialog Kebangsaan.

Yudi Latif mengatakan, asal usul ras manusia Indonesia semuanya berasal dari induk ras yang sama. Sehingga, kata Yudi, semestinya tidak ada hal yang perlu dipertentangkan. “Jangan ada kelompok tertentu yang menganggap kelompoknya lebih pribumi atau menganggap ke-Indonesiaan-nya lebih ‘genuine’ Perbedaan warna kulit diantara suku bangsa Indonesia disebabkan oleh faktor iklim dan letak geografis saja,” ujar Yudi Latif.

Dialog Kebangsaan yang bertajuk, ‘Pancasila, Budaya, dan Ekonomi Rakyat’ juga dengan soft launching, Satgas Kader Inti Pancasila (Satgas KIP) yang diinisiasi oleh GMKI dan IPNU. Kegiatan Dialog Kebangsaan ini, digelar di pinggir Danau Toba, Kec. Baktiraja, Bakkara, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI, Sahat Martin Philip Sinurat di tempat yang sama mengatakan, pembentukan Satgas KIP ini, adalah bentuk keseriusan pemuda, baik pelajar/siswa dan mahasiswa, untuk mengarustamakan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Pembahasan Pancasila, tegas Sahat Martin Philip Sinurat, harus membumi dan jangan hanya menjadi wacana atau jargon saja. “Pemuda jangan hanya membahas Pancasila ketika ada konflik etnis atau agama saja. Yang paling penting adalah bagaimana Pancasila dapat menjadi pandangan hidup kita saat membicarakan tentang budaya, ekonomi rakyat, dan lingkungan.” tegas Ketua Umum PP GMKI.

Sambung Sahat, kami berharap semua siswa dan mahasiswa di Indonesia akan memahami dan menjadi teladan bagaimana pemuda menghidupi Pancasila untuk membangun peradaban Indonesia.

Diketahui, Satgas KIP ini, didukung penuh oleh Dewan Pengarah UKP PIP, salah satunya Pdt. Andreas A. Yewangoe. Dalam kesempatan beraudiensi beberapa waktu lalu, Andreas A. Yewangoe, menyampaikan kepada GMKI dan IPNU bahwa penting untuk pemuda menggagas pemikiran ke arah implementasi Pancasila dalam dunia nyata.

“IPNU dan GMKI adalah contoh pemudi-pemuda yang diharapkan bangsa ini. Satgas Kader Inti Pancasila ini harus menjadi alat untuk mencerahkan anak-anak muda sehingga dapat mendaratkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” kata Pdt. Andreas A. Yewangoe.

Dalam acara Dialog Kebangsaan tersebut, hadir Pdt. Martin Lukito Sinaga, Sekretaris Umum Pengurus Pusat GMKI-Alan Singkali, Koordinator Wilayah I GMKI Sumut-NAD Swangro Lumbanbatu, Ketua PP IPNU Ismadani, Ketua PW IPNU Sumut Muslim Pulungan, Pemkab Humbahas, perwakilan Badan Pengurus Cabang dan anggota GMKI se-Sumatera Utara, serta Kepala Sekolah dan pelajar SMA Baktiraja Humbahas. (Haji Merah).

Bagikan :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*