Amalkan Pancasila dan Nasionalisme,  GMKI-IPNU Kunjungi Pondok Pesantren Al-Komariyah

0
Bagikan :

DELI SERDANG, KICAUNEWS.COM – Gelar Parade Kebangsaan, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU), kunjungi Pondok Pesantren Al-Komariyah, di Kota Deli Serdang.

Kegiatan Silaturahmi ke Pondok Pesantren itu, adalah salah satu rangkai kegiatan Parade Kebangsaan GMKI dan IPNU. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa akan mengunjungi Pondok Pesantren, Gereja dan Pusat Kebudayaan.

“Berorganisasilah, karena dengan begitu akan membuka wawasan tentang banyak hal. Contohlah kakanda-kakanda yang datang ini, berbakti untuk negara di tingkat nasional,” kata Pimpinan Pondok Pesantren Al-Komariyah.

Sekertaris Umum Pengurus Pusat GMKI, Alan Cristian Singkali mengatakan, saat ini mahasiswa sangatlah penting, untuk terus, membangun dialog lintas golongan. “Ketika kawan-kawan santri lulus dari pondok pesantren, akan masuk ke dalam dunia nyata yang lebih kompleks persoalannya.” kata Alan.

Ia menjelaskan, dengan melakukan dialog pada semua golongan, diharapkan dapat dan bisa mengartikulasikan kehidupan bersosial yang substantif. Hal ini, kata Alan, telah banyak dibuktikan oleh alumni pesantren bahkan sampai ke luar negeri.

Menurut Alan, Dialog lintas golongan ini sangat perlu untuk di implementasikan. Hal ini kata Alan, sesuai dengan pesan al-kitab, yang disampaikan Yeremia 29:7, usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang (tempatkan), dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.

Senada, Ketua PW IPNU Sumatera Utara, Muslim Pulungan, mengatakan, pentingnya menjaga kerukunan umat beragama dalam berbangsa di tengah-tengah masyarakat yang majemuk khususnya di Sumatera Utara ini.

Sementara itu, Ketua Bidang Pendidikan dan Kebudayaan PP IPNU Ismadani Rofiul Ulya menjelaskan kepada para santri tentang pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila sejak di pondok pesantren.

“Santri ini sebenarnya sudah menjalankan nilai-nilai Pancasila sejak masuk pondok pesantren maka sebagai santri harusnya menjadi contoh bagi masyarakat tentang pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ismadani.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa nilai-nilai Pancasila sudah sesuai dengan maqosidus syariah. Ismadani yakin sebagai santri yang sudah mandiri sejak dini mampu menjadi corong utama kesejahteraan rakyat sebagaimana sila ke 5.

“Misalnya maqosid nomer 5 hifdz maal ini sesuai dengan sila ke 5 tentang kesejahteraan rakyat. Di mana kesejahteraan ini biasanya diukur dari harta/ pendapatan,” kata Ismadani.

Sekedar informasi, dalam kegiatan parade kegiatan itu, turut serta Badan Pengurus Cabang GMKI Medan dan Pengurus Cabang IPNU Deli Serdang. Parade Kebangsaan ini akan menjadi langkah awal bagi pembentukan Satgas Kader Inti Pancasila (Satgas KIP) yang diinisiasi oleh GMKI dan IPNU.

Selain Parade Kebangsaan ke Pesantren, Gereja, dan pusat kebudayaan, di waktu yang bersamaan juga dilaksanakan Pengabdian Masyarakat Desa GMKI di Humbang Hasundutan berupa penyuluhan pertanian, kesehatan, pendidikan, dan pariwisata. (Haji Merah/Redaksi).

Bagikan :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*