oleh

Konsultasi Nasional Perempuan GMKI, Disambut Baik Pemerintah

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Sejak dahulu, kungkungan patriarki begitu kuat, membatasi pergerakan perempuan. Sampai saat ini, masyarakat masih membiarkan terjadinya diskriminasi dan tindak kekerasan terhadap perempuan. Bahkan negara sekalipun, sering kali membiarkan terjadinya ketidakadilan gender di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, Sahat Martin Philip Sinurat, dalam kegiatan, Konsultasi Nasional Perempuan GMKI, di Tabelo. Acara yang digelar dengan tagline, ‘Perempuan Merdeka’ ini, dihadiri oleh sebanyak 100 peserta.

“Melalui Konsultasi Nasional (Konas) Perempuan, kita mengajak semua kader perempuan GMKI se-Tanah Air untuk berkonsultasi tentang apa, bagaimana dan seperti apa nantinya model atau desain rencana tindak lanjut dari perjuangan perempuan merdeka.” kata Sahat.

Dengan digelarnya kegiatan ini, Sahat berharap, GMKI dapat semakin gencar melakukan advokasi dan kampanye anti kekerasan perempuan. Selain itu, sambung Sahat, kader-kader perempuan GMKI semakin termotivasi untuk menjadi pemimpin yang berdaya saing baik di kampus, organisasi, dan masyarakat.

Konas adalah salah satu kegiatan rutin, yang digelar setiap tahunnya oleh GMKI. Dengan adanya kegiatan tersebut, mahasiswa berharap, bisa menguatkan kampanye dan advokasi GMKI terhadap isu-isu perempuan.

Senada, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, yang diwakilo oleh Staf Khususnya Benny Bernard Nahara mengatakan, saat ini kekerasan terhadap perempuan dan perdagangan manusia, masih marak terjadi di berbagai daerah.

Dengan demikian, sambung Benny, pemerintah mengakui, tidak dapat bekerja sendiri menyelesaikan persoalan-persoalan ini. “Presiden Jokowi menginstruksikan kementerian ini untuk bekerjasama dengan berbagai yayasan, LSM, dan lembaga advokasi lainnya.” kata Staf Khusus Menteri Perempuan dan Pemberdayaan Anak, Benny.

Dalam sambutannya, Benny mengapresiasi, kegiatan yang dilakukan GMKI, yang saat ini, para pemudi turut prihatin dan terlibat dalam mengurangi dan meniadakan kekerasan terhadap perempuan Indonesia. “Kami dari kementerian PP dan PA, siap untuk bekerjasama dalam advokasi dan pemberdayaan perempuan di daerah-daerah,” kata Benny.

Baca juga :  Sambangi Warga Binaan Bhabinkantibmas Polsek Cigugur Bagikan Masker

Kegiatan Konas Perempuan GMKI itu, dihadiri oleh Staf Khusus Menteri Perempuan dan Pemberdayaan Anak, dengan didampingi oleh Bupati Halmahera Utara, Ketua Komnas Perempuan Azriana Manalu, Ketua Umum Sinode GMIH, Ketua Panitia Debora Tongo Tongo, dan Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI.

Sebelum membuka kegiatan Konas Perempuan GMKI tersebut, Benny berpesan agar, para peserta dapat membangun komunitas di daerah masing-masing sehingga ketika terjadi persoalan perempuan, dengan cepat dapat diadvokasi oleh jaringan tersebut. (Haji Merah/Redaksi).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru