oleh

Capaian Pembangunan Desa Tertinggal Baru 63,82%, Begini Respon PP GMKI

SUMUT, KICAUNEWS.COM – Masih terjadinya kemiskinan dan kesenjangan sosial di Indonesia saat ini, mengharuskan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), berada pada posisi berpihak kepada masyarakat, terutama masyarakat yang tertinggal, yang ada di desa.

Hal itu dikatakan Ketua Umum Pengurus Besar Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, Sahat Martin Philip Sinurat dalam sambutannya, diacara pembukaan Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Natal Bersama GMKI se-Sumatera Utara dan Aceh.

“Masih banyaknya rakyat miskin di Indonesia, terkhusus di desa mengindikasikan banyaknya tugas rumah yang harus segera dituntaskan,” kata Sahat Martin, di Gereja GKPI Doloksanggul, Humbang Hasundutan,

Menurut Sahat, pada tahun 2017 ini, masih ada pembangunan yang tidak merata di desa-desa. Ia menjelaskan, saat ini, capaian pembangunan di desa hanya mencapai pada angka sebanyak, 63,82 persen, dari 74.910 desa yang terverifikasi.

Sambung Sahat, saat ini sebanyak 82 persen, kehidupan masyarakat di desa, berada pada sektor pertanian, dan sisanya pada sektor peternakan, dan perikanan. Meski begitu, kata Sahat, masyarakat desa hidup dengan hubungan yang kuat, dengan alam.

Sahat tak menampik, saat ini di desa-desa, masih banyak tindakan penyerobotan hak, yang dilakukan oleh berbagai pihak, dan itu, masih sambung Sahat, dilakukan sebagian pihak kepada masyarakat desa yang lemah.

“Beberapa kejadian seperti penyerobotan dilakukan dengan kekerasan dan dibiarkan bahkan di beberapa daerah malah didukung oleh negara melalui aparaturnya seperti pemerintah daerah, kepolisian, dan tentara. Padahal di sisi lain kita ingin membangun desa.” kata Sahat Martin Philip.

Melihat hal tersebut, Ketua Umum PP GMKI ini menegaskan, akan selalu turun ke desa, dan akan komitmen dan ingat, untuk kembali ke desa. “Maka kami ingin melalui kegiatan ini, mahasiswa terkhusus anggota GMKI akan selalu ingat untuk kembali membangun desa,” tegas Sahat Martin Philip.

Baca juga :  GMKI Luncurkan Buku Pancasila Rumah Bersama

Koordinator Wilayah Sumut dan Aceh, Swangro Lumbanbatu mengatakan, saat ini kekerasan dan diskriminasi di desa, masih terus dihadapi oleh masyarakat desa. Oleh karena, Swangro, yang juga salah satu Pengurus di PP GMKI ini menegaskan, GMKI sebagai organisasi mahasiswa, harus bisa menunjukan sikap.

GMKI juga, sambung Swangro, menolak segala tindakan negara, atau pun berbagai pihak lainnya, yang melakukan tindakan ketidakadilan, diskriminasi dan kekerasan terhadap masyarakat desa.

Dalam momentum Natal ini, sambung Swangro, GMKI kembali mengingatkan, agar, terus melakukan komunikasi dengan masyarakat desa, serta terus melakukan advokasi apabila terjadi persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat desa.

“GMKI harus berdiri bersama dengan masyarakat desa, sehingga desa dapat mengalami pembebasan, berdaulat, mengalami perdamaian dan kesejahteraan. Hasil dari kegiatan ini kemudian akan disuarakan ke berbagai pihak termasuk pemerintah.” tegas Swangro.

Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat desa ini, digelar GMKI, selama satu minggu. Rangkaian kegiatan ini terdiri dari, advokasi masyarakat, penyuluhan kesehatan, pendidikan, pertanian, dialog kebangsaan, kewirausahaan, pariwisara serta penaburan benih ikan dan penanaman pohon di kawasan danau Toba. (Haji Merah/Redaksi).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru