oleh

DPO pelaku pembunuhan gadis di Cisauk di tangkap Team Vipers Polres Tangsel

TANGSEL, KICAUNEWS.COM  -Kapolres Tangerang Selatan AKBP Fadli Widiyanto S.Ik, SH, MH gelar Press Rilise tindak pidana pembunuhan berencana dan atau pecurian dengan kekerasan yang menyebabkan matinya orang di Perumahan Amarapura Blok F2 Nomor 18 RT02 RW05, Kademangan, Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Minggu (02/12/17) pukul 22.30 Wib.

Kegiatan Press Rilise dilaksanakan, Selasa ( 05/12/17) Pukul 20.00 WIB di Lantai 1 Polres Tangerang Selatan yang dipimpin oleh Kapolres Tangsel AKBP Fadli Widiyanto S.IK, SH, MH didampingi Kasat Reskrim, AKP A. Alexander SH, S.IK MM, M.Si dan Kasubaghumas IPTU Sarman.

Adapun Korban Meninggal Dunia dalam kasus ini Siti Nurhayati (22) Perum Amarapura Blok F2 nomor 18  Rt / Rw 002 / 005 Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan.

Kapolres Tangsel AKBP Fadli Widiyanto saat jumpa pers, mengatakan, pelaku berhasil ditangkap oleh Team Vipers bersama tim Polsek Cisauk.  Lelaki diduga telah membunuh seorang perempuan A/n Siti Nurhayati (22),  Penganiayaan mengakibat korban meninggal dengan cara mencekik leher dan menyayat tangan agar seolah korban meninggal bunuh diri.

“Kami Team Vipers Polres Tangsel, bersama tim dari Polsek Cisauk, berhasil menangkap pelaku  yang merupakan DPO. Ini boleh dibilang kado indah sambut Dirgahayu Polda Metro Jaya yang jatuh pada tanggal 6 Desember 2017,” ucap Kapolres.

Pelaku yang ditangkap ada dua orang yakni Ridwan Setiadi dan Ardiana. Ridwan ditangkap di daerah Subang, Jabar. Rupanya pelaku setelah melakukan aksinya menjual HP nya di daerah Bekasi, dengan harga 150 ribu. Kemudian duit tersebut dipergunakan untuk melarikan diri ke wilayah Subang Jawa barat.

Motifnya lebih kepada ekonomi, lantaran pelaku yang merupakan teman dekat korban mengetahui di rekening korban ada uang sebanyak Rp3 juta. Korban sendiri adalah salah satu karyawati BUMN. Pelaku kemudian merencanakan mengambil ATM korban lantaran pelaku sudah mengetahui PIN milik korban.

Baca juga :  Prof DR Dailami Firdaus : Umat Islam Harus Menolak RUU P-KS

“Ingin menguasai ATM korban yang berisi uang Rp3 juta. Namun kemudian terjadi penganiayaan yang berakhir dengan pembunuhan, yang seolah-olah korban bunuh diri,” ungkapnya.

Diketahui antara pelaku dengan korban awal perkenalan melalui media sosial Facebook. Sekitar empat bulan semakin erat keduanya. Karena saling percaya korban memberikan PIN ATM nya kepada pelaku.

Beberapa barang bukti yang diamankan diantaranya, pisau bergagang plastik warna kuning bernoda darah, dua potong kaos milik kedua pelaku, satu potong kaos berikut celana bercak darah milik korban.

Satu buah dompet warna coklat milik korban,satu topi warna hitam milik di duga milik korban,sejarah warna hitam motif biru,dua kain gorden warna merah noda darah,satu buah Hp merk politron warna putih yang dijual dengan harga Rp100 ribu di Bekasi

Kemudian ada sepeda motor merk Yamaha Mio warna merah Nopol : B -4148-NBB yang sudah diganti nomor polisinya. Sepeda motor korban sudah ditawarkan melalui Facebook untuk dijual.

“Pelaku kita kenakan pasal 340, subsider 338 dan 351 dengan ancaman hukuman mati atau 20 tahun penjara,” tegasnya.

(Tris )

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru