oleh

Koordinator HAM-IPB: Sikapi Keprihatinan Munas HA-IPB

JAKARTA, KICAUNEWS.COM — Menyikapi berbagai dinamika menjelang Munas HA-IPB terutama menyangkut aturan dan syarat pencalonan Ketua Umum dan sekjen.

Maka dalam hal ini Himpunan Alumni Muda Institut Pertanian Bogor (HAM-IPB) menyatakan sikap adapun pertanyaan sikap tersebut disampaikan oleh Koordinator HAM-IPB, Bambang Purnomo adalah sebagai berikut:

  1. Munas adalah ajang konsolidasi alumni untuk mesinergikan seluruh potensi alumni, serta merumuskan peran aktif alumni dalam menyikapi persoalan masyarakat di tingkat nasional, seperti memberikan masukan atas kebijakan pemerintah. Munas juga sangat diharapkan mampu meningkatkan peran dan kerjasama dengan kampus. Pemilihan ketua alumni dan sekjen, HANYAlah salah satu rangkaian dari pelaksanaan munas, dan bukan Segala segalanya.
  2. Berdasarkan poin 1 di atas, maka Munas harusnya menjadi pesta demokrasi seluruh alumni, tak hanya domain DPD, DPC, dan DPK.  Prasayarat pengajuan calon ketua umum dan sekjen hanya bisa dilakukan oleh DPD dan DPR,  hal itu selain menciderai demokrasi di satu sisi, di sisi lain juga memberangus hak suara alumni dan mengkerdilkan suara alumni yang selama ini belum terakomodir di dalam DPP, DPD,DPC maupun DPK.
  3. Prasayarat pengajuan calon ketua umum dan sekjen HA-IPB oleh minimal 5 DPD dan 2 DPK secara langsung maupun tidak langsung membatasi hak memilih maupun hak dipilih dari alumni. Himpunan alumni bukanlah partai politik, domain hak memilih dan dipilih harus dikembalikan ke masing-masing alumni, tidak serta merta diberikan ke DPD, DPC, dan DPK.
  4. Model pemilihan ketua alumni dan sekjen seperti ini diduga hanya untuk memuluskan calon tertentu dan memberatkan para calon lain untuk maju dalam pemilihan ketua alumni dan sekjen.

Bambang menegaskan, Sudah seyogyanya prasayarat untuk maju sebagai ketum dan sekjen HA-IPB tidak membatasi ruang gerak demokrasi dan menghambat calon lain.

“Semakin banyak calon semakin baik, alumni diberikan banyak pilihan dalam menilai ide dan gagasan dari para kandidat” ujarnya di Jakarta,  selasa (05/12/2017).

Maka dengan sehubungan dengan poin 1 sampai dengan poin 4 di atas, maka dengan ini kami Himpunan Alumni Muda IPB:

  1. Menuntut agar sistem pemilihan ketum dan sekjen HA-IPB dikembalikan lagi ke ruh demokrasi, yaitu ke alumni dengan sistem one man one vote, tidak lagi memakai sistem perwakilan dengan DPD, DPC maupun DPK. Aturan ini bisa diterapkan saat pembahasan AD/ART dan tata tertib pemilihan saat Munas.
  2. Mengingat bahwa eksistensi dan keberadaan Alumni IPB tersebar dari Sabang – Merauke, di dalam & luar negeri, maka kami menganggap sangat penting pengakuan eksistensi dari segenap alumni IPB dimana pun berada untuk kemajuan organisasi dengan penerapan Sistem E-Voting dalam pemilihan Ketua Umum dan Sekjen HA IPB.
  3. Mengajak kepada segenap Alumni IPB yang peduli terhadap organisasi untuk hadir pada Munas V – Himpunan Alumni IPB, tgl 16 – 17 Desember 2017 di IICC Bogor.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan niat baik agar himpunan alumni ke depan mampu memberikan solusi yang konkret bagi alumni, bagi institusi kampus, bagi masyarakat dan bangsa.

“Dengan menegakkan aturan yang penuh fairplay, diharapkan munas melahirkan ketua umum dan sekjen yang kredibel, dan ini bisa kita awali dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya para calon ketua umum dan sekjen tanpa prasayat pencalonan yang memberatkan. Salam mencari dan memberi yang terbaik,” pungkasnya. (Johan)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru