oleh

Hetifah: Komisi II Usulkan Revisi UU Ormas Masuk Prolegnas 2018

 JAKARTA, KICAUNEWS.COM – DPR RI mengusulkan revisi Undang-undang No. 16 tahun 2017 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2 tahun 2017 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 17 tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (UU Ormas) masuk dalam prolegnas prioritas tahun 2017.

Hal itu dikatakan, Hetifah anggota komisi II DPR RI dalam rapat Paripurna, Selasa (05/12) di Senayan, Jakarta Pusat. “Hari ini Baleg (Badan Legislasi) membacakan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang masuk prolegnas prioritas 2018.” kata Hetifah.

Ia menjelaskan, “Memang RUU Ormas belum masuk. Tapi nanti jika ada revisi daftar prolegnas akan segara dimasukkkan. Saat ini daftar prolegnas bisa direvisi setiap bulan. Tidak seperti sebelumnya harus menunggu enam bulan”, jelas Hetifah.

Ditanya mengenai cepatnya revisi UU Ormas ini, Hetifah menjelaskan bahwa ini kesepakatan fraksi-fraksi yang mendukung Perppu Ormas. Saat akan menyepakati Perppu Ormas, fraksi-fraksi meminta agar setelah ditetapkan segera direvisi. “Ini kan kesepakatan politik saat mengambil keputusan mengesahan Perppu Ormas lalu”, tegas Hetifah.

Hetifah melanjutkan jika revisi UU Ormas ini nantinya akan dibahas di Komisi II. Ia menambahkan bahwa hari ini Komisi II menggelar rapat membahas Naskah Akademik dan draf RUU Ormas tersebut. Menurutnya ada beberapa isu krusial dalam RUU Ormas ini.

“Kami di Komisi II bahas itu (RUU Ormas) hari ini. Ada beberapa isu krusial seperti pembubaran Ormas harus dilakukan melalui mekanisme di Pengadilan. Pembubaran Ormas dalam UU yang lama memang melalui mengadilan, tapi prosesnya lama.” kata Hetifah.

“Sementara di Perppu kemarin tidak melalui pengadilan sehingga ditakutkan pemerintah sewenang-wenang. Nah, nanti di RUU Ormas ini akan kita atur bagaimana mekanisme yang baik” papar Hetifah.

Sambung Hetifah, untuk isu krusial lainnya, Wasekjen DPP Golkar ini mengatakan, hukuman penjara yang sangat berat bagi anggota Ormas yang melakukan pelanggaran. Hukumannya bisa mencapai dua puluh tahun bahkan seumur hidup. (Haji Merah/Editor).

Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru