oleh

Soal Reklamasi, Direktur Eksekutif Human Studies Institute Angkat Bicara

JAKARTA, KICAUNEWS.COM — Direktur Eksekutif Human Studies Institute, Rasminto berharap Pemprov DKI Jakarta betul-betul mengkaji secara mendalam atas dampak keekonomisan apabila reklamasi Pulau C dan D dibatalkan. Hal itu dikatakan dalam seminar bertajuk Kajian Ilmiah Kelayakan Pemanfaatan dan Kelanjutan Reklamasi Teluk Jakarta Pulau C dan D Untuk Warga di Universitas Jayabaya, Jakarta Timur, Selasa (28/11).

“Kita melihat dampak keekonomisan, temasuk ketika pulau reklamasi dibatalkan dan ini juga perlu dikaji,” kata Rasminto dalam seminar.

Menurut Rasminto yang juga aktif sebagai anggota Ikatan Geografi Indonesia (IGI) ini, Jakarta memang membutuhkan reklamasi.

Apalagi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno memiliki program unggulan rumah DP 0 Rupiah. “Nantinya reklamasi Pulau C dan D bisa dijadikan lahan atau area pembangunan rumah DP 0 rupiah,” ujar anggota Perrkumpulan Peneliti Pendidikan dan Manajemen Lingkungan Hidup (P3ML) ini.

Sementara terkait nasib nelayan, kata Rasminto, kawasan reklamasi bukan zona utama untuk menangkap ikan. Kawasan menangkap ikan berada di Kepulauan Seribu dan sekitarnya. Bahkan area tangkapan berada jauh di luar Teluk Jakarta.

“Secara cemaran lingkungan, ikan-ikan di Teluk Jakarta sudah tercemar dan membahayakan bagi masyarakat yang mengkonsumsinya. Namun Pemprov harus tetap memperhatikan nasib kesejahteraan para nelayan,” papar Rasminto.

Di sisi lain, secara topografi ibukota memiliki 40 persen wilayah yang berada di bawah permukaan air laut. Sehingga pada saat air pasang dan berbentuk rawa pantai sehingga sangat memungkinkan untuk terjadinya banjir.(Red)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru