oleh

Idrus Marham Punya Peran Penting Turunkan Novanto Dari Golkar dan DPR

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Dalam waktu dekat Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Golkar, Idrus Marham akan menemui Novanto, yang saat ini ditahan di Rutan K4 cabang KPK. Hal itu ditegaskan Ketua Harian DPP Partai Golkar, Nurdin Halid, senin (27/11) di Jakarta. Langkah Idrus menemui Novanto kata, Nurdin, untuk membicarakan persoalan soal parlemen dan soal Golkar.

Menurut Nurdin Halid, seorang Ketua DPR itu seorang negarawan yang bisa menyelesaikan persoalannya dengan bijak. Golkar kata Nurdin, akan menghormati asas praduga tak bersalah Novanto sebelum ada kepastian hukum dari pengadilan.

“Saya kira kalau satu atau dua hari ini Pak Idrus bisa ketemu beliau, karena kita juga gak boleh mendzolimi beliau. Asas praduga tak bersalah harus dijunjung tinggi. Karena beliau juga harus legowo. Saya yakin kalau pakai pendekatan kekeluargaan nanti Plt. Idrus Marham bisa meyakinkan kalau dalam satu atau dua hari ini beliau (Novanto) mundur,” kata Ketua Harian DPP Partai Golkar, Nurdin Halid.

Setya Novanto saat ini ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus korupsi pengadaan KTP Elektronik. Selain itu, usulan untuk Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar, saat ini masih menunggu hasil keputusan Praperadilan Novanto. Menurut Nurdin, sebagai Pelaksana Tugas (Plt), Idrus Marham punya perang strategis untuk mendorong Novanto turun dari jabatannya di Golkar dan DPR.

Sejak Novanto ditahan KPK, sambung Nurdin, elektabilitas Partai Golkar sejak Novanto kembali tersangkut pada kasus korupsi KTP elektronik. “Saya kira Plt. Pak Idrus akan saya sampaikan untuk berkoordinasi dengan Pak Novanto untuk legowo, berbesar hati, lebih menekankan pada kepentingan umum,” kata Nurdin Halid seperti dilansir redaksi dari Rakyat Merdeka, senin (27/11) di Jakarta.

Baca juga :  Anggota polres Indramayu Giat Antisipasi Penanganan Penyebaran Virus (Covid -19)di Wilayah Hukum Polres Indramayu

Sementara itu untuk Munaslub, Nurdin Halid menegaskan, hal itu baru bisa dilakukan paling cepat pertengahan Januari 2018. Sebab, kata Nurdin, harus ada serangkaian rapat yang perlu dilalui Golkar sebelum akhirnya melakukan Munaslub.

“Munaslub ada tata cara, aturan, ada di AD/ART. Saya pikir paling cepat bisa kita lakukan pertengahan Januari. Dan nanti kita akan rapat konsultasi nasional, Rapimnas, kemudian Munaslub. Jadi itu tahapan-tahapan yang harus dilalui,” pungkas Ketua Harian DPP Golkar itu. (Haji Merah/Redaksi).
………………………………

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru