banner 728x250

Waduh, Setnov Ditahan KPK, Jokowi Mau Pimpin Golkar ?

  • Bagikan
banner 468x60

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Setelah Setya Novanto mendekam di rutan KPK, usulan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) ditubuh partai berlambang beringin kembali kencang. Ada yang menarik, disamping wacana Munaslub, Presiden Jokowi rencananya akan didorong untuk menjadi orang nomor satu di Golkar dalam Munaslub.

Hal tersebut dinilai penting, lantaran realitas politik menjelang Pilpres tidak cukup hanya kekuatan PDIP yang mendukung Jokowi pada 2019 mendatang. Mantan Walikota Solo yang saat ini jadi Presiden memerlukan peran dari Partai Golkar. Sebab kompetesi politik pada Pilpres 2019 nanti diprediksi akan berlangsung secara ketat.

banner 336x280

Merespon hal tersebut, Wasekjen DPP Partai Golkar Sarmuji mengakui, tokoh dari luar Golkar saat Munaslub berlangsung bisa diusulkan untuk menjabat ketua umum. Seperti diketahui, saat ini partai berlambang pohon beringin ini memiliki kedekatan khusus dengan Jokowi, yang ditunjukkan lewat dukungan politik untuk Pilpres 2019.

“Tentu bisa, kalau Jokowi jadi kader Golkar lebih dulu. Lebih baik tanyakan ke Pak Jokowi mau masuk Golkar atau tidak,” kata Sarmuji usai diskusi “Beringin Diterpa Angin” di Cikini, Jakarta Pusat, seperti dilansir Redaksi dari Rakyat Merdeka.

Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro di tempat yang sama menilai, peluang Jokowi untuk memimpin Golkar, bisa sangat terbuka, sebab sambung Zuhro, politik tidak bersifat absolut, dalam politik selalu terbuka opsi-opsi. “Tetapi harus ikut aturan main,” sambung Siti Zuhro yang juga Presidium Majlis Nasional KAHMI.

Menurut Siti Zuhro, jika Jokowi mau, ia harus melewati mekanisme yang ada di Partai Golkar, jika memang berniat memimpin Golkar untuk mengamankan langkahnya di 2019. “Tidak bisa ujug-ujug langsung ditancapkan sebagai Ketua Umum, kecuali Jokowi sudah menjadi kader,” kata Zuhro.

Baca juga :  Kemendagri Prihatin OTT Kepala Daerah Terjadi Lagi

Sebelumnya, Analis Politik, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, kriteria utama untuk calon pengganti Setya Novanto harus orang yang benar-benar bersih dari segala persepsi buruk publik, terutama dalam isu korupsi. “Kriteria utamanya tentu yang bersih, karena Golkar hari ini kan hantamannya adalah kasus korupsi oleh ketua umumnya,” kata Pangi, seperti dikutip redaksi dari Rakyat Merdeka.

Pangi menilai, peluang Jokowi untuk menggantikan Novanto sangat besar. Sebab sambung Pangi, Jokowi yang terkenal bersih, di samping catatan langkah politiknya yang selalu menghasilkan kemenangan, bisa menjadi kunci penyelamat Golkar. (Haji Merah/Rakyat Merdeka/Redaksi).

Print Friendly, PDF & Email
banner 336x280
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *