banner 728x250

Tiga Kader Ini, Diprediksi Bertarung Saat Munaslub Golkar Digelar

  • Bagikan
banner 468x60

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Sekalipun Setya Novanto menolak diganti sebagai ketua umum partai Golkar dan ketua DPR, namun semua kalangan memprediksi, Novanto akan diganti dan akan didepak dari partai berlambang beringin. Hal ini lantaran, saat ini Novanto tersangkut kasus korupsi pengadaan KTP Elektronik, dan telah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Jika Munaslub diselenggarakan oleh DPP Partai Golkar, terdapat beberapa nama yang kuat yang bakal menggantikan Novanto sebagai Ketua Golkar. Hal ini dikatakan Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin, seperti dilansir Redaksi dari Group Jawa Pos, Minggu (26/11) di Kapuk Jakarta Barat.

ARTIKEL LAINNYA :

Ujang menjelaskan, nama-nama yang berpeluang besar untuk menjadi Ketum Partai berlambang Pohon Beringin ini antara lain adalah, Idrus Marham, Nurdin Halid, dan Airlangga Hartarto. “Idrus Marham, Nurdin Halid, dan Airlangga,” kata Pengamat Politik, Ujang Komarudin.

Nama-nama tersebut, selain dikatakan Ujang, tiga nama itu punya potensi dan kekuatan yang besar ditubuh Golkar. “Idrus Marham adalah Sekjen Partai Golkar saat ini, otomatis dia menguasai struktur dan relasi dengan para pengurus DPD se-Indonesia,” terang Ujang.

Alumni Universitas Indonesia (UI) ini lebih lanjut mengatakan, saat ini Idrus mendapatkan kekuatan dari Ketua Dewan Pakar Partai Golkar seperti Agung Laksono. “Agung Laksono sudah terang-terangan merekomendasikan Idrus Marham sebagai Plt Ketum Golkar, yang dituangkan dalam surat rekomendasi Dewan Pakar. Itu dukungan yang nyata,” jelas Ujang Komarudin.

Sementara untuk Nurdin Halid, sambung Ujang, dia merupakan figur yang saat ini menjabat sebagai Ketua Harian Partai Golkar. Jika Munaslub diselenggarakan, mantan Ketua Umum PSSI ini bisa meraup suara banyak dengan pengaruhnya.

Tidak hanya itu, Ujang mengungkapkan, Nurdin Halid ini juga kader muda, yang diyakini mampu mengembalikan elektabilitas dan kemenangan Golkar di Pemilu. “Nurdin Halid itu kader muda yang potensial, sangat dibutuhkan Golkar, namun NH tidak punya kekuatan di balik layar yang bisa menopangnya,” kata Ujang.

Baca juga :  BNK Tangerang berikan penyuluhan P4GN dan penyematan Pin Stop Narkoba ke PDAM Tirta Kerta Raharja

Sementara itu, untuk Airlangga Hartarto, lanjut Ujang, sangat jelas cukup kuat, karena bakal dekat dengan istana dan didukung pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Beberapa waktu lalu juga Menko Kemaritiman (Luhut Binsar Panjaitan) dan Airlangga sudah menghadap Presiden Jokowi. Saya kira pertemuan itu membahas Golkar, jadi sinyalnya jelas,” lanjut Ujang.

Meski begitu, Pengamat Politik dari Universitas Indonesia (UI) ini menegaskan, semua kader memiliki kesempatan untuk menjadi orang nomor satu di Golkar pada masa yang akan datang. “Tapi perlu ditekankan bahwa Golkar harus dipimpin oleh kader muda yang tidak bermasalah, baik itu moral maupun hukum,” tegas Ujang.

Sambung Ujang, saat ini Partai Golkar butuh percepatan dalam mengembalikan citra yang sudah hancur di mata masyarakat saat ini, karena kasus hukum yang melibatkan Ketum Setya Novanto. “Untuk recovery, Golkar butuh percepatan. Karena tahun politik sudah di depan mata,” sambung Ujang.‎ (Haji Merah/Redaksi).

Print Friendly, PDF & Email
ARTIKEL YANG DISARANKAN :
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *