Naik Peringkat, Kementerian Pertanian Targetkan 2018 Indonesia Bisa Ekspor Jagung

2
Bagikan :

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Berdasarkan data Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) Indonesia, pada tahun 2014 lalu, berada pada peringkat ke 9 dunia. Namun pada tahun 2017, peringkat tersebut diproyeksikan naik pada peringkat ke 7 di dunia sebagai negara penghasil Jagung.

Dari dara FAO, pada tahun 2014 produksi jagung Indonesia hanya 748,32 ribu bushels. Sementara di tahun 2017, berdasarkan data ARAM-II 2017 produksi jagung sebesar 28 juta ton atau 1.100 juta bushels atau 1,1 Milyar bushels.

Demikian hal ini dikatakan Kepala Bidang Komoditas Pangan Kementerian Pertanian, Anna Astrid, kamis (23/11) malam dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Anna menjelaskan, peningkatan tersebut, dilihat dan diukur dari, keberhasilan suatu negara dalam meningkatkan produksi jagung. Pengukurannya, sambung Anna, dengan menggunakan satuan bushels, sebagai unit ukuran volume kering dalam perdagangan komoditas pertanian, khususnya di Amerika dan Eropa.

“Peningkatan produksi 2017 ini berkat Program Upsus melalui pengembangan jagung 3 juta hektar, integrasi sawit/kebun dan perhutani dengan jagung, kemitraan GPMT dengan petani jagung dan kebijakan harga bawah di petani,” kata Anna Astrid.

Sehingga, kata Anna, dapat mendongkrak dan menaikkan peringkat Indonesia, dan pada 2017, sambung Anna Indonesia sudah swasembada jagung. Ia menargetkan, pada tahun 2017 tidak ada lagi impor jagung untuk pakan ternak.

Sekedar informasi, saat ini negara yang menempati peringkat 1 penghasil jagung di dunia adalah Amerika Serikat, China peringkat ke 2, Brazil peringkat ke 3, Iowa peringkat ke 4, Argentina peringkat ke 5 dan Ukraina peringkat 6. Sambung Anna,
Indonesia saat ini, berhasil juga mendekati Ukraina yang produksinya 1,30 bushles.

Lebih jauh, Kepala Bidang Komoditas Pangan Kementerian Pertanian ini menargetkan, pada tahun 2018 Kementan akan mengarahkan untuk pengembangan 4 juta hektar jagung. “Harapannya 1 sampe 2 tahun ke depan peringkat Indonesia akan naik menjadi peringkat 5 di atas Argentina dan Ukraina,” kata Anna. (Editor: Haji Merah).

Bagikan :

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*