oleh

Sebanyak 38,4 persen Masyarakat Indonesia Intoleran, SETARA Institute: Jokowi Harus Turun Tangan

AMBON, KICAUNEWS.COM – Sebagai upaya mewujudkan rasa toleransi dan membungkam radikalisme, peran para pendidik seperti dosen, guru, tokoh agama dan tokoh masyarakat, menjadi kunci dan elemen penting.

Demikian hal itu dikemukakan, Herdandi, Ketua SETARA Institute, diacara International Interfaith Dialogue yang digelar Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, di Ambon.

Peran semua Stackholder, kata Herdandi merupakan peranan kunci untuk mewujudkan kerja nyata dalam menghalau gerak dan laju penyeragaman. “Sudah saatnya pemerintah Jokowi-JK mengambil langkah kongkrit untuk menindak setiap tindakan intoleran dengan menegakkan supermasi hukum dan konstitusi.” kata Herdandi.

Berdasarkan analisa SETARA Insititute, pada tahun 2016, di kalangan muda telah terjadi peningkatan gerakan intoleransi sebanyak 38,4 persen. Herdandi menjelaskan, pemerintah dalam hal ini, harus mencegah berulangnya tindak pelanggaran terhadap kekebebasan memeluk agama. “Maka pemerintah dan organisasi-organisasi masyarakat harus bergerak dan merespon femonena ini,” jelas Herdandi, Ketua SETARA Institute.

Indikator pemicu dari munculnya isu-isu intoleransi, menurut Herdandi, bisa dipastikan merupakan medium transformasi intoleransi menjadi gerakan radikal. Sambungnya, saat ini terlihat belakangan ini kelompok-kelompok radikal memanfaatkan aksi-aksi intoleran untuk menunjukkan eksistensi mereka.

“Terorisme merupakan puncak dari gerakan radikal sehingga dalam memberantas aksi terorisme harus menangkal gerakan radikalisme. Menangani intoleransi bukan hanya akan membendung arus politik penyeragaman dan identitas, tetapi juga menangkal gerakan radikalisme,”  ujar Herdandi.

Seperti diketahui, International Interfaith Dialogue digelar PP GMKI di Ambon, dalam acara itu, sebanyak 150 orang yang berasal dari organisasi mahasiswa hadir, seperti peserta dari organisasi GMKI, HMI, PMII, IMM, dan PMKRI. (Haji Merah/Redaksi).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru