oleh

Jaga Keharmonisan, PP GMKI Adakan Kunjungan Ke Masjid Darul Na’im Ambon

AMBON, KICAUNEWS.COM Sebagai langkah mewujudkan toleransi dan menangkal gerakan radikalisme, dialog menjadi peran utama. International Interfaith Dialogue, yang digelar mahasiswa yang terhimpun dalam Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) berharap bisa mewujudkan hal tersebut.

Dalam rangkaian kegiatan International Interfaith Dialogue (IID) GMKI, salah satunya adalah mengunjungi Masjid Darul Na’im di desa Wayame. Dalam kunjungan yang dilakukan GMKI, semua Pengurus Pusat GMKI dan rombongan disambut hangat oleh pengurus Masjid tersebut.

Pengurus Masjid Darul Na’im, saat memberikan sambutan mengatakan,  desa Wayame, adalah salah satu desa yang paling toleran dalam menjaga kerukunan umat beragama di kota Ambon. Dalam keterangan tertulis, seperti diterima Redaksi, kamis (23/11) Ketua Umum PP GMKI, Sahat Martin Philip Sinurat mengatakan, desa Wayome merupakan desa yang tidak terkena kontaminasi dari konflik tahun 1999. Sampai sekarang keharmonisan umat beragama tetap terjaga dengan baik. Kita perlu belajar banyak dari masyarakat Wayame.

“Kami mendengar bahwa desa Wayome merupakan desa yang tidak terkena kontaminasi dari konflik tahun 1999. Sampai sekarang keharmonisan umat beragama tetap terjaga dengan baik. Kita perlu belajar banyak dari masyarakat Wayame,” kata Sahat Martin dalam keterangan tertulisnya, menyampaikan maksud kunjungan.

Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Jamaah Masjid Darul Na’im Wayame yang telah menyambut Pengurus Pusat GMKI dan Rombongannya dengan rasa persatuan yang begitu hangat. “Kami dari Pengurus Pusat GMKI dan rombongan belajar banyak dari pengalaman yang dilakukan warga Wayame. Keharmonisan masyarakat Wayame yang dapat menghadapi tantangan konflik dapat menjadi contoh bagi warga lainnya di Indonesia, bahkan dunia,”  kata Sahat.

Lebih lanjut, Sahat yang juga Alumni program magister Studi Pembangunan ITB menjelaskan, peran warga Wayame yang terus merawat keharmonisan antar umat beragama perlu dicontoh oleh kota-kota lain di Indonesia. “Wayame sangat tepat menjadi salah satu Laboratorium Perdamaian di kota Ambon dan provinsi Maluku,” jelas Sahat.

Baca juga :  PP GMKI 2018/2020 Resmi Dikukuhkan, Korneles: Pola Gerakan Harus Dirubah

Usai menggelat silaturahmi di Masjid Darul Na’im, dalam keterangan tertulisnya, Pengurus Pusat GMKI melanjutkan kunjungan ke Gereja Pniel Wayame yang berada tidak jauh dari lokasi Masjid.

Kedatangan rombongan kegiatan International Interfaith Dialogue ini pun, diiringi oleh warga Muslim Wayame sambil diiringi musik rebana. Kunjungan rombongan International Interfaith Dialogue, disambut oleh Pengurus Gereja Pniel Wayame. (Haji Merah/Redaksi).
______________

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru