banner 728x250

Soal Pajero Sport, Warga Jabar Minta, KPK Usut Tuntas Gratifikasi Daniel Muttaqien

  • Bagikan
Tengah, Daniel Muttaqien, Cawagub Jawa Barat, samping kiri Ridwan Kamil, Cagub Jawa Barat, samping Kanan, Ketua DPP Partai Golkar, Setya Novanto, yang saat ini menjadi tersangka dan ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi.
banner 468x60

JAWA BARAT, KICAUNEWS.COM – Perilaku korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa, tidak hanya demikian, perilaku korupsi juga mendapatkan respon serius dari masyarakat. Hal ini dikatakan Siti Nurjanah, salah satu aktivis Anti Korupsi dari lembaga Kaukus Muda Anti Korupsi (KPAK) Jawa Barat.

“Seluruh lapisan masyarakat memandang, kasus mangkirinya Setya Novanto telah melewati batas. Hal ini terlihat dari kemarahan publik di media sosial, seperti bermunculannya time line, yang dipenuhi oleh caci maki, dan lontaran amarah.” kata Siti Nurjanah, Jumat (17/11) kepada KICAUNEWS.COM, dalam keterangan tertulisnya.

ARTIKEL LAINNYA :

Sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ini, mangkir saat dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, dalam kasus korupsi Kartu Penduduk Elektronik. Kepada Redaksi, Siti Nurjanah menegaskan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), harus segera menindak tegas semua politisi busuk yang korup, baik di Parlemen maupun di Pemerintahan.

“KPK harus pro-aktif melalukan pencegahan dengan bertindak sedini mungkin, melalui gerakan antisipasi lolosnya para koruptor menjadi penguasa.” tegas Nurjanah.

Selain mangkirnya Setya Novanto, Nurjanah juga meminta secara khusus pada KPK agar, segera menindak lanjuti adanya gratifikasi korupsi bupati Indramayu, Anna Sophanah yakni soal mobil Mitsubishi Pajero Sport yang saat ini digunakan oleh Cawagub Jawa Barat, Daniel Muttaqien mendampingi Ridwan Kamil.

Sebab, sambung Nurjanah, dalam Pilkada 2018 di Jawa Barat ini, masyarakat sangat membutuhkan pemimpin yang bersih dan juga anti pada korupsi. “Pilkada serentak 2018 seharusnya menjadi fokus KPK, KPU, Bawaslu dan pemilih, bagaimana bisa menghasilkan pemimpin yang tidak hanya bersih melainkan juga anti-korupsi,” kata Nurjanah.

Gratifikasi Daniel Muttaqien terungkap setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan pada Rohadi, mantan Paniteta Pengadilan Negeri Jakarta Utara, yang terlibat dalam kasus korupsi dan gratifikasi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) di Gedung KPK, selasa (14/11) kemarin.

Baca juga :  Pesan Kapolres Indramayu: Giat Kunjungan Kerja Setiap Polsek

Saat penyidik mendalami kasus korupsi bupati Indramayu, Rohadi mengakui menerima sebuah mobil dari bupati Indramayu, dan kasus tersebut juga berkaitan dengan pendirian Rumah Sakit Reysa di Indramayu.

“Kami mau Jabar tidak dipimpin oleh koruptor. Jadi kalau KPK ada data dimana bakal kandidat diduga terlibat kasus korupsi atau gratifikasi maka dahulukan untuk ditangani, itu baru fungsi pencegahan berjalan,” tegas Nurjanah kepada KICAUNEWS.COM.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rohadi menyebutkan, mobil gratifikasi untuk orang nomor satu di Indramayu itu telah disita penyidik KPK. Rohadi memberikan mobil itu melalui Daniel Muttaqien putera bupati Indramayu, di sebuah tempat di Jakarta.

 

Daniel Muttaqien, Saat Sambutan diacara Rapimnas DPP Partai Golkar.

Dalam hal ini, Rohadi ditetapkan KPK sebagai tersangka atas tiga kasus korupsi yang berbeda. Selain itu, saat ini KPK juga telah menyita sejumlah aset milik Rohadi, diantaranya mobil ambulans, mobil pribadi Mitshubisi Pajero Sport, mobil Toyota Yaris.

Tidak hanya itu, KPK juga menyita uang sebesar 700 juta rupiah, yang ditemukan dalam mobil Rohadi saat ditangkap, selain itu, KPK juga telah menyita dua rumah Rohadi yang bertempat di Perumahan Royal Residence Blok A6 Nomor 12 dan Blok D3 Nomor 8, Cakung, Jakarta Timur, dan satu unit Apartemen di Kelapa Gading Jakarta Utara. (Haji Merah/Redaksi).

Print Friendly, PDF & Email
ARTIKEL YANG DISARANKAN :
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *