oleh

Sebanyak 141.339 Masyarakat Pandeglang Abaikan Kesehatan, Program Rumah Sehat Irna, Mandeg

PANDEGLANG, KICAUNEWS.COM –  Berdasarkan data yang dibeberkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang, Kamis (16/11), sebanyak 141.339 keluarga yang berumah tangga saat ini, masuk pada katagori tidak tertib pada kesehatan, dari data tersebut, sekurangnya hanya sebanyak 50 persen dari total 282,678 rumah tangga, yang terdata oleh Dinkes Kabupaten Pandeglang, selebihnya tidak.

Hal ini disebabkan karena, terdapat beberapa kriteria yang mengklasifikasikan rumah sehat, seperti kelayakan dari sisi jambanisasi serta lantailisasi dan ventilasi udara. Namun, kondisi itu belum sepenuhnya terpenuhi oleh semua rumah tangga di Pandeglang. Demikian hal ini dikemukakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, Didi Mulyadi, seperti dilansir Redaksi Rakyat Merdeka Online Banten.

“Karena indikator keluarga sehat, diantaranya memastikan keluarga paham mengenai Keluarga Berencana, memberi bayi ASI ekslusif, dan memiliki sanitasi yang baik. Maka dari itu, kita targetkan di tahun depan, kita dapat menekan angka rumah yang belum sehat tersebut, hingga 15 persen. Atau menjadi 65 persen rumah tangga sehat. Meskipun dengan segala keterbatasan yamg kami miliki,” ujar Didi Mulyadi.

Sementara, Bupati Pandeglang, Irna Narulita Dimyati mengaku akan membangun sebanyak 1.000 Jambanisasi pada tahun 2018 mendatang. Hal itu, kata Irna, dilakukan untuk mewujudkan program kerjanya bernama Rumah Sehat menuju keluarga sejahtera. Meski begitu, Istri Dimyati Natakusumah ini menyadari, saat ini di Pandeglang masih banyak warganya yang melakukan aktivitas buang air besar sembangan.

“Nantinya, 1.000 jambanisasi itu akan disebar kebeberapa wilayah, khususnya wilayah pesisir dan kantung-kantung kemiskinan. Biar nanti mereka tidak BAB sembarangan lagi,” ujar Irna Narulita.

Tidak hanya itu, Irna juga menghimbau, kepada seluruh warga Pandeglang untuk selalu senantiasa, menerapkan perilaku hidup sehat dan terus mengkonsumsi makanan yang bergizi.”Pola makan dijaga, pentingkan makanan 4 sehat 5 sempurna,” pungkas Irna.

Baca juga :  Dansat Brimob Polda Jabar Pimpin Apel Pagi Gabungan Menyikapi Harkamtibmas Jawa Barat

Kedepannya, tambah Irna, tenaga kesehatan juga diminta untuk tidak lagi mengandalkan tindakan kuratif dan rehabilitatif, melainkan lebih mengutamakan pencegahan yang bersifat preventif. Karena bupati wanita pertama di Pandeglang itu menilai, dengan kondisi masyarakat yang sehat maka akan menghasilkan SDM yang produktif.

“Kami butuh SDM yang sehat agar lebih produktif. Jika masyarakat banyak menyandang penyakit, akan menjadi beban pemerintah dan masyarakat. Maka ke depannya, tindakan kesehatan lebih pada pencegahan yang kami utamakan dengan preventif,” tambah Irna. (haji Merah/Redaksi)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru