oleh

PK Golkar Jabar: Pernyataan Ridwan Kamil Ingin Masuk Golkar Hanya Retorika

JAWA BARAT, KICAUNEWS.COM –Pernyataan Ridwan Kamil yang rencananya akan masuk partai Golkar setelah usai Pilkada Jawa Barat 2018, dinilai hanya retorika. Pasalnya pernyataan tersebut dibantahnya sendiri saat menghadiri Peringati Hari Jadi ke-6 Partai NasDem, di lapangan tugu proklamasi, Rengas Dengklok, kabupaten Karawang Jawa Barat.

“Itu adalah retorika, jadi itu bahasa diplomatis saya, saya pastikan, sampai pemilihan pilkada, saya tidak akan masuk ke partai manapun,” kata Ridwan Kamil, Calon Gubernur yang diusung DPP Golkar, NasDem PPP dan PKB.

Sebelumnya, saat penyerahan surat keputusan pendukungan Ridwan Kamil oleh partai Golkar, di depan Ketua DPP Partai Golkar Setya Novanto, Walikota Bandung ini, menyatakan siap masuk dan menjadi bagian dari partai Golkar.

Hal itu pun, direspon langsung oleh para Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar Jawa Barat. Seharusnya Ridwan Kamil tidak perlu mengatakan mau masuk Golkar, jika kemudian pernyataan tersebut, dibantahnya sendiri, apalagi Ridwan Kami hanya mengakui, pernyataan itu hanyalah retorika saja.

“Itu adalah retorika, jadi itu bahasa diplomatis saya, saya pastikan, sampai pemilihan pilkada, saya tidak akan masuk ke partai manapun,”

Demikian hal itu dikemukakan, Yayan Heryana, Juru Bicara Forum Komunikasi Pengurus Kecamatan Golkar se-Jawa Barat, Senin (13/11) dalam keterangan tertulisnya, kepada Redaksi.

Ia menilai, Ridwan Kamil yang notabenenya sebagai sahabat Ketua DPP Partai Golkar, seharusnya tidak layak bicara seperti itu. Yayan juga menegaskan, Ridwan Kamil sebagai calon Gubernur yang diusung Golkar, jangan memberikan harapan palsu.

“Golkar ini partai besar dan senior, masa tidak dihormati, dikasih retorika, diberi harapan palsu.” kata Yayan. Ia mempertanyakan komitmen Ridwan Kamil kepada Golkar, “Apa karena Pak Emil dan Pak Setnov bersahabat hingga mudah saja bicara begitu,” tegas Yayan kepada Redaksi.

Ia menjelaskan, kedekatan Walikota Bandung dengan Setya Novanto dalam hal ini, bukan hanya dalam konteks Pilkada Jawa Barat saja, keduanya, sambung Yayan telah lama bersahabat.

Baca juga :  Dijemput KPK, Dewan Pakar Partai Golkar Ada Di Rumah Setya Novanto

“RK itu rekan bisnis SN. RK sahabat SN. Wajar RK diusung SN. Tapi jangan karena sahabat lantas partai dikerjai. Golkar akan terus ada, Ketua umum bisa berganti, apalagi sekarang SN jadi tersangka korupsi di KPK,” jelas Yayan.

Meski Ketua Golkar saat ini ditetapkan sebagai tersangka, Yayan tidak bisa memastikan masa depan Golkar untuk kedepannya seperti apa. “Kita tidak tahu akan bagaimana ke depannya, jadi mengaku hanya retorika mau masuk Golkar itu melecehkan,” kata Yayan.

Senada, Dadang Mulyawan, Pengurus Partai Golkar Kecamatan Palasa, kabupaten Majalengka memprotes pernyataan Ridwan Kamil. Menurut Dadang, pernyataan Ridwan Kamil telah melukai partai Golkar, baik secara kultural maupun secara struktural.

“Dia sendiri yang bilang ingin jadi kader Golkar, tapi dia sendiri yang membantah. Bahkan, mengatakan bahwa itu hanya retorika. Ini tipu-tipu saja saya kira. Harusnya, DPP Golkar tersinggung, ini malah adem-ayem saja” ungkap Dadang, Kesal.

Diberitakan sebelumnya, keputusan DPP Partai Golkar mengusung Ridwan Kamil di Pilkada Jawa Barat 2018, sempat dituai protes, puluhan pengurus Golkar dari Jabar mendatangi kantor DPP Partai Golkar untuk meminta penjelasan.

Kekecewaan itu meluap, karena sebelumnya, keputusan Golkar Jabar untuk mengusung Dedi Mulyadi maju jadi calon Gubernur Jabar di Pilkada 2018, telah diusulkan di Rapimnas. Namun keputusan tersebut, berubah secara mendadak setelah DPP Partai Golkar mengeluarkan Surat Keputusan (SK), pengusungan Calon Gubernur Jabar yang ditetapkan oleh DPP Partai Golkar. (Haji Merah/Redaksi).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru