oleh

PN GMII Gelar Seminar Nasional ” Generasi Milenial ,Tantangan dan Strateginya

JAKARTA, KICAUNEWS.COM– (07/11) Pengurus Nasional Gerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PN GMII )Menggelar Acara Seminar Nasional dan di lanjutkan dengan Rapat Pimpinan Nasional ( RAPIMNAS ) dengan mengundang para Mahasiswa/Pemuda serta para Pengurus Wilayah Gerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PW GMII ) ,acara di gelar pada

Hari Selasa,07 November 2017
Bertempat di Hotel Balairung, Matraman, Jakarta Pusat.
Seminar Nasional dengan Tema : “Tantangan dan Strategi Generasi Milenia Dalam Menghadapi Persaingan Global”.
Sangatlah pas untuk di gelar,kata
Maulana Ikhsanul Haq,SE selaku Ketua
Panitia Pelaksana PN GMII karena saat ini pemuda sudah asik dengan Gadget nya dan itu sudah menjadi tren,dan di acara ini Kita akan membahasnya,selepas acara seminar ini kita akan lanjutkan dengan Rapat Pimpinan Nasional ( Rapimnas ) yang saat ini telah hadir ada 20 Pimpinan Wilayah Gerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PW GMII ).
Dan peserta yang mengikuti kegiatan ini akan mendapatkan
Sertifikat.

Sebelum memulai diskusi ini,M Niko Kapisan selaku ketua umum PN GMII memberikan Prolog tentang Generasi Milenial. Berikut prolognya
Telinga Anda mungkin akrab dengan istilah Generasi Milenial. Meski tak terlalu paham Sebagai gambaran singkat, Generasi Milenial, yang juga punya nama lain Generasi Y, adalah kelompok manusia yang lahir di atas tahun 1980-an hingga 1997. Mereka disebut milenial karena satu-satunya generasi yang pernah melewati milenium kedua sejak teori generasi ini diembuskan pertama kali oleh Karl Mannheim pada 1923.

Dalam esai berjudul “The Problem of Generation,” sosiolog Mannheim mengenalkan teorinya tentang generasi. Menurutnya, manusia-manusia di dunia ini akan saling mempengaruhi dan membentuk karakter yang sama karena melewati masa sosio-sejarah yang sama. Maksudnya, manusia-manusia zaman Perang Dunia II dan manusia pasca-PD II pasti memiliki karakter yang berbeda, meski saling mempengaruhi.
Berdasarkan teori itu, para sosiolog—yang bias Amerika Serikat—membagi manusia menjadi sejumlah generasi: Generasi Era Depresi, Generasi Perang Dunia II, Generasi Pasca-PD II, Generasi Baby Boomer I, Generasi Baby BoomerII, Generasi X, Generasi Y alias Milenial, lalu Generasi Z.

Baca juga :  Arif Barbershop : Jasa Cukur Rambut Dari Kaula Muda Sampai Orang Tua

Pembagian ini biasanya berdasarkan rentang tahun kelahiran. Namun, rentang tahun didefinisikan berbeda-beda menurut sejumlah pakar, tapi tak terlalu jauh.

Definisi rentang umur Generasi Z, misalnya. Ia bermacam-macam.

Pada 2012, ketika jurnalis Bruce Horovitz mengenalkan Generasi Z, rentang umur yang digunakan masih belum jelas. Tapi istilah itu mulai sering dipakai usai presentasi dari agen pemasaran Sparks and Honey viral pada 2014. Di sana, rentang umur yang dipakai mendeskripsikan Generasi Z adalah anak-anak yang lahir 1995 hingga 2014.

Badan statistik Kanada menghitung Generasi Z mulai dari anak-anak yang lahir pada 1993 sampai 2011. McCrindle Research Centre di Australia menyebut Generasi Z sebagai orang-orang yang lahir pada 1995 sampai 2009. MTV lain lagi: mendefinisikan generasi itu sebagai orang-orang yang lahir selepas Desember 2000.

Terlepas perbedaan tahun tersebut, mereka semua sepakat kalau Generasi Z adalah orang-orang yang lahir di generasi internet—generasi yang sudah menikmati keajaiban teknologi usai kelahiran internet.

Para Narasumber Yang dihadirkan di acara ini yakni :
1. Dr Rasminto Ghifari ( Akademisi Muda/Dosen UNJ )
2.Andra Bane Sagalane,SH,MAH ( Ketua GEMANUSA/Dosen Jayabaya)
3.M.Nur Fikri,SH ( Pengurus Besar HMI)

Serta di moderator oleh Anastasia ( Kohati Cabang Jakarta Timur )

Catatan tenteng Generasi Milenial,
Bagaimana Generasi Z di Indonesia?

Internet hadir di Indonesia pada 1990. Baru pada 1994, Indonet hadir sebagai Penyelenggara Jasa Internet komersial perdana di negeri ini. Jadi, mari kita anggap Generasi Z Indonesia adalah mereka yang lahir pada pertengahan 1990-an sampai medio 2000-an.

Jika Generasi Z pertama adalah mereka yang lahir pada 1995, artinya orang yang paling tua dari Generasi Z Indonesia sudah berumur 21 tahun: mereka sudah beranjak dewasa, sudah ikut pemilu, mencari atau sudah punya pekerjaan, dan hal-hal lain yang bisa memengaruhi ekonomi, politik, dan kehidupan sosial dunia kini.

Baca juga :  Bina Keamanan RSMH, Kapolda Sumsel Laksanakan Penandatanganan MOU

Pada dekade terakhir, Generasi Z terus diteliti. Dari preferensi politik, ekonomi, hingga gaya hidup. Sebab, di dunia ini, belum pernah ada generasi yang sejak lahir sudah akrab dengan teknologi—seperti mereka.

Menurut Hellen Katherina dari Nielsen Indonesia, Generasi Z adalah masa depan.

“Karena itu penting bagi para pelaku industri untuk memahami perilaku dan kebiasaan mereka,”

Semoga dengan adanya perkembangan teknologi saat ini tidak membuat kita malas dan lalai,justru seharusnya Teknologi saat ini harus bisa membuat kita lebih cerdas dan bisa menjawab tantangan zaman,serta tidak ada kesenjangan sosial,Aamiin

( A Widhy )

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru