banner 728x250

Usung Dodi Reza Maju Pilgub Sumsel, Politik Dinasti Menguat 

  • Bagikan
banner 468x60

SUMSEL, KICAUNEWS.COM – Keputusan DPP Partai Golkar mengusung Dodi Reza maju di Pilkada Sumsel 2018, menjadi perbincangan hangat. Pasalnya, pernyataan Ketua Harian DPP Partai Golkar, Nurdin Halid dinilai sebagai siasat partai, untuk memberikan kesan bahwa Dodi Reza diberikan rekomendasi untuk maju, tidak berambisi untuk meneruskan langkah ayahnya.

Partai Golkar ini telah menyusun skenario, agar seolah-olah mendapat banyak masukan dari bawah, rakyat mau keberhasilan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noeedin dilanjutkan oleh Puteranya dan warga Kabupaten Musi Banyuasin tidak berkeberatan bupatinya yang baru seumur jagung ini, maju di Pilgub Sumsel.

ARTIKEL LAINNYA :

Demikian hal ini dikemukakan Aktivis Forum Pemerhatu Pilkada, Agusta Surya Buana, Kamis (02/11) dalam keterangan tertulisnya, seperti diterima Redaksi.

“Golkar memang jagonya kalau menyusun alasan politik, tapi pola itu mudah dibaca. Justru dengan menyanggah bahwa pengusungan anak gubernur itu tidak ada kaitan dengan dinasti, mereka malah menunjukan ketakutan dengan isu itu,” ujar Agusta Surya Buana.

Dalam keterangan tertulisnya kepada Redaksi, Agusta menegaskan, istilah penugasan yang digunakan Golkar, hanyalah kamuflase, untuk menutupi kemungkinan munculnya kesan, majunya Dodi untuk melanjutkan kekuasaan dinasti Gubernur Sumatera Selatan.

“Padahal sebenarnya biasa saja anak mencalonkan diri setelah ayahnya, habis masa jabatan. Secara legal formal dimungkinkan dan tidak masalah. Mungkin secara etis akan ada yang mempersoalkan tetapi sepanjang semua dilakukan secara fair, maksudnya nanti saat proses pilkadanya tidak curang, ya jalan saja,” tegas Agusta.

Sekedar informasi, Dodi Reza adalah putra sulung Gubernur Sumsel Alex Noerdin. Saat ini Dodi Reza menjabat sebagai bupati Musi Banyuasin. Baru saja empat bulan menjabat jadi bupati, DPP Golkar secara resmi mengusung Dodi Reza untuk maju menjadi calon Gubernur di Pilkada Sumsel 2018.

Baca juga :  LKSPI Tegaskan, KPK Tidak Cari Sensasi Tetapkan Ketua Golkar Jadi Tersangka

Senada, Pengamat Politik dari Lembaga Kajian Pemilu dan Demokrasi, Eko Hariyadi menilai, penugasan Dodi Reza untuk ikut Pilgub, jelas untuk kepentingan meneruskan jabatan ayahnya. Eko menegaskan, hal tersebut tidak dapat dibantah lagi, dan bisa disebut menciptakan politik dinasti.

“Di semua daerah di seluruh Indonesia akan sama, jika ada anak mencalonkan diri dalam pilkada saat mana ayahnya masih menjabat sebagai kepala daerah, pasti akan muncul isu politik dinasti. Mau dibungkus dengan gaya apapun, akan mati gaya. Isu politik dinasti tidak bisa dilawan,” jelas Eko Hariyadi.

Sebelumnya, Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid mengatakan, keputusan Golkar mengusung Dodi Reza ikut Pilgub, sudah melalui berbagai pertimbangan. Selain Dodi potensial, dia juga, kata Nurdin Halid, secara elektabitas juga bagus.

“Ketum Golkar (Setya Novanto) sudah memutuskan dengan berbagai pertimbangan, menugaskan kepada Dodi untuk maju sebagai Cagub Sumsel. Jadi ini penugasan partai dan insyaallah tidak ada perubahan,” Ketua Harian, Nurdin Halid,-Red. (Haji Merah/Redaksi).

Print Friendly, PDF & Email
ARTIKEL YANG DISARANKAN :
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *