oleh

Kasus Penggerebekan Pabrik Mercon, Diungkap Jajaran Polres Tangsel

“Kasat Reskrim Polres Tangsel dan Polsek Pagedangan gelar press release kasus penggrebekan pabrik mercon.”

TANGERANG, KICAUNEWS.COM – Kasat Reskrim Polres Tangsel dan Polsek Pagedangan, mengungkap pabrik petasan home idustri yg berada di kampung Undrus, Desa Cijantra, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Hal tersebut diungkap saat release.

Apa yang dilakukan Polsek Pagedangan dan Polres Tangsel terkait tindak lanjut amanah dan perintah pimpinan Polri menyikapi kejadian di Kosambi. Diduga pabrik petasan meledak mengakibatkan meninggal puluhan orang.

“Semoga hal itu tidak terjadi di wilayah Polres Tangsel maupun wilayah lainnya,” kata Kasatreskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho.

Penggerebegan dilakukan pada hari Selasa 31 Oktobet 2017 di Kp. undrus Desa Cijantra, Pagedangan. Dalam penggerebegan mengamankan satu orang atas nama A.

Selain itu dilakukan pengamanan terhadap satu instalasi ilegal yang merakit bahan peledak untuk di jadikan petasan/mercon.

Selanjutnya dari AM, diamankan pula saudara M, MS dan A , yang masuk dalam daftar pencarian.

“Di lokasi disimpan puluhan kilo bahan baku siap jadi dalam puluhan kardus. Ada juga yang sudah siap diedarkan,” tukasnya.

Tempat home industri pembuatan bahan mercon sudah berlangsung selama tiga bulan. Marketnya adalah konsumen yang ingin mengadakan acara seromonial dan tradisional pernikahan.

Di tempat tersebut didapati karyawan tiga dengan lokasi berada di tengah kebon dan tegah-tengah persawahan. Bahan yang disita semi jadi maupun sudah jadi. Sebanyak 15 karung siap edar berikut potasium.

“Kalau di rupiahkan sekitar Rp70 juta an,” terangnya.

Kapolsek Pagedangan AKP Army Sevtiansyah mengatakan, dengan masih berpakaian dinas menggrebek home industri yang berada di kebon dan di tengah sawah.

“Masyarakat di himbau agar jangan mengikuti tradisi yang biasa meledakan mercon atau petasan. Empat pelaku dikenakan UU No 12 tahun 51 tepatnya, pasal 1 ayat , yakni menguasai bahan peledak dengan ancaman hukuman se umur hidup,” tandasnya. (pdn/trs)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru