oleh

Golkar Usung Dodi Reza Maju Pilkada, Dinasti Politik Gubernur Sumsel Menguat

SUMSEL, KICAUNEWS.COM – Keberadaan dinasti politik dibeberapa daerah, dinilai menjadi lahan subur bagi praktik korupsi. Selain menimbulkan kenyamanan karena ada ikatan keluarga didalamnya, praktek ini juga banyak terjadi diberbagai daerah, salah satunya dalam Pilkada Sumsel 2018.

Pengamat Politik dari Lembaga Kajian Pemilu dan Demokrasi, Eko Hariyadi mengatakan, keputusan DPP Partai Golkar menetapkan Dodi Reza Alex untuk ikut Pilgub Sumsel 2018, sebagai langkah melanggengkan politik dinasti.

Eko Hariyadi menjelaskan, apa pun alasan Parpol, jika ada anak yang mencalonkan diri dalam Pilkada, saat ayahnya menjabat sebagai kepala daerah, pasti akan muncul isu politik dinasti. “Mau dibungkus dengan gaya apapun, akan mati gaya. Isu politik dinasti tidak bisa dilawan,” ujar Pengat Politik, Eko Hariyadi.

Dinasti politik, sambung Eko, jelas akan menyumbang kran rekruitmen kepemimpinan dan mematikan pengkaderan yang sistematis. Selain, sambung Eko menambahkan, politik dinasti juga akan memunculkan oligarki politik, yang ujungnya akan membawa kepada rezim koruptif.

“Banyak sekali contohnya di negara kita, jadi memang seharusnya aturan yang lama diterapkan, anak dilarang maju di daerah, dimana ayahnya adalah petahana. Itu untuk pencegahan korupsi juga,” tambah Pengamat Politik, Eko Hariyadi.

Sebelumya, Ketua Harian DPP Partai Golkar, Nurdin Halid mengatakan, partainya secara resmi telah memberikan dukungan dan mengusung Dodi Reza Alex untuk maju sebagai calon Gubernur Sumsel.

Nurdin menjelaskan, diusungnya Dodi Reza dalam Pilgub, melalui banyak pertimbangan, selain melihat elektabilitas dari berbagai lembaga survei, Ia juga menegaskan, dipilihnya Dodi Reza, bukan persoalan antara bapak dengan anak. “Ini bukan soal anak-bapak apalagi dinasti,” tegas Ketua Harian DPP Partai Golkar.

Diketahui, ditetapkannya bupati Musi Banyuasin ini, digelar pada Selasa 31 Oktober 2017. Dodi saat ini masih menjabat sebagai bupati Musi Banyuasin, saat ini Dodi baru menjabar bupati selama empat bulan.

Baca juga :  Soal "Korupsi" Pajak, PEMA Dukung Kejari Libatkan Kadispenda Batubara

Senada, Aktivis Forum Pemerhati Pilkada, Agusta Surya Buana menambahkan, alasan Golkar mengusung Dodi untuk ikut Pilgub Sumsel, mutlak untuk kepentingan meneruskan kekuasaan dinasti Alex Noerdin Gubernur Sumsel saat ini.

Dia menjelaskan, semua pihak harus melakukan pengawasan, sebab sambung Agusta, dengan majunya anak Gubernur Sumsel di Pilkada, maka potensi pelanggaran Pilkada akan terjadi. Sebab kata Agusta menambahkan, cost politik dalam Pilkada, ada kaitannya dengan penggunaan dana pemerintah.

Selain itu, sambung Agusta, penggiringan Aparat Sipil Negara (ASN) untuk ikut serta menjadi tim pemenangan, besar kemungkinan akan terjadi.

“Saat yang sama juga patut diawasi, kemungkinan penyalah gunaan kewenangan dan dana di Kabupaten Muba, karena calon yang diusung adalah Bupati di sana, isu yang akan muncul adalah soal penggunaan dana APBD dan keterlibatan ASN,” sambung Agusta. (Haji Merah/Redaksi).

Pemberian Surat Keputusan.
Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru