oleh

Sekjen KPAI Banten Kecam Pabrik Kembang Api Di Kosambi

KAB.TANGERANG,KICAUNEWS.COM –  Meledak nya pabrik mercon di Desa Belimbing, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang membuat trauma serta luka yang mendalam bagi keluarga korban, 74 orang karyawan tewas terbakar saat melakukan akvitas didalam pabrik mercon.

Sekjen Komnas Perlindungan Anak Provinsi Banten Danang Sasongko mengecam peristiwa ini, pasalnya anak dibawah umur ikut menjadi korban, akhirnya terungkap semua bahwa disekitar Kecamatan Kosambi, Teluknaga dan Pakuhaji selama ini banyak memperkerjakan anak dibawah umur, minim nya pengawasan, pengendalian serta tindakan dari pemerintah setempat, khususnya dinas ketenaga kerjaan dan perindustrian.

“Seharusnya sudah ada aturan dari pemerintah terkait melarang anak dibawah umur diperkerjakan ditempat terburuk, yang bisa membahayakan kesehatan, keselamatan atau moral,”tegas Danang saat kami konfirmasi lewat handphone, Senin (30/10/2017) siang.

Lanjut Danang menjelaskan, kita juga tidak boleh mengeksploitasi fisik psikologis anak berlebihan, seperti pekerjaan bawah tanah, bawah permukaan laut, ditempat yang tinggi atau dalam ruangan tertutup serta pekerjaan dengan mesin, peralatan dan perangkat yang berbahaya, juga pekerjaan lingkungan yang kurang sehat seperti, zat yang mengandung kimia.
“Pemerintah seharusnya menyadari bahwa psikologis dan fisik anak berbeda dengan orang dewasa, sudah tidak sepatutnya anak-anak dipekerjakan ditempat yang bisa mengancam keselamatan, seharusnya pemerintah bertindak lebih cepat jangan mengulur-ngulur waktu, bebaskan anak-anak dari pekerjaan yang buruk, jangan ada toleransi lagi untuk pengusaha yang mempekerjakan anak, cabut izinnya bilamana masih melanggar,”terang Sekjen Komnas Perlindungan Anak.
Danang menambahkan, insiden terbakarnya pabrik mercon di Desa Belimbing, Kecamatan Kosambi merupakan bentuk kelalaian serta kesewenang-wenangan pemerintah yang tidak melakukan pengawasan, pengendalian dan penindakan terhadap perusahaan yang mempekerjakan anak-anak, terlebih bentuk pekerjaan buruk dan membahayakan anak,”tandasnya.(m.igor/tris)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru