oleh

Polres Pandeglang Siap Tindak Politik Uang Dalam Pilkades 2017

PANDEGLANG, KICAUNEWS.COM – Money politik dalam Pilkades Serentak 2017 di kabupaten Pandeglang, sangat berpotensi terjadi. Meskipun praktek money politik secara umum tidak diatur dalam Perda Nomor 1 Tahun 2015, tentang Pilkades dan Peraturan Bupati nomor 29 tahun 2017, tentang petunjuk pelaksana Pilkades, namun polisi akan menggunakan UU KUHP untuk menindak lanjuti laporan warga.

Kapolres Pandeglang, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ary Satriyan memastikan, akan tetap menindak lanjuti kasus money politik dan penyuapan, dengan dasar hukum KUHP.

Seperti dilansir redaksi dari Inilah Banten, Selasa (30/10), Kapolres Pandeglang menjelaskan, polisi bakal menindak lanjuti laporan warga, selama alat bukti yang dilaporkan memenuhi unsur pidana terkait pelanggaran dalam pesta demokrasi diakar rumput itu.

“Kalau ada yang tertangkap tangan, kita proses dan jika ada yang melaporkan, selama ada bukti bukti yang cukup dan memenuhi unsur pidana kita proses,” ujar Kapolres Pandeglang, AKBP Ary Satriyan

Diketahui, Pilkades Serentak 2017 di Pandeglang, akan digelar pada 5 November 2017, dengan diikuti oleh sebanyak 108 desa, terdiri dari 208 calon kepala desa, di 32 kecamatan se kabupaten Pandeglang.

“Karena di Pilkades ini tidak ada aturan yang mengatur (politik uang), kita gunakan KHUP, ada money politik dan penyuapan kita gunakan KUHP,” jelas Ary.

Berdasarkan UU KUHP pasal 149 ayat (1) dan (2), berbunyi menjerat pelaku politik uang. Seperti dalam ayat (1) berbunyi,

“Barang siapa pada waktu diadakan pemilihan berdasarkan aturan-aturan umum, dengan memberi atau menjanjikan sesuatu, menyuap seseorang supaya tidak memakai hak pilihnya atau supaya memakai hak itu menurut cara tertentu, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling besar empat ribu lima ratus rupiah.”

Baca juga :  Ini Isi Deklarasi Damai Pilkades Serentak di Pandeglang

Sementara, dalam ayat (2) berbunyi, ”Pidana yang sama diterapkan kepada pemilih, yang dengan menerima pemberian atau janji, mau disuap”.

Kapolres Pandeglang, AKBP Ary Satriyan. Dok Redaksi. Sumber Google.
Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru