oleh

Pilkada Sumsel 2018: Usung Putera Kandung Gubernur Jadi Calon Gubernur, Partai Golkar Dikritik.

SUMSEL, KICAUNEWS.COM – Anak kandung Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Dodi Reza telah resmi ditugaskan DPP Partai Golkar untuk maju menjadi calon Gubernur pada Pilkada 2018 di Sumsel. Melalui keterangan ketua harian DPP Partai Golkar, Nurdin Halid mengatakan, Setya Novanto sudah memutuskan, putra kandung Gubernur Alex, Dodi Reza untuk maju di Pilgub Sumsel 2018 mendatang.

Ada pun mengenai pasangan yang mendampingi Dodi Reza untuk maju, dan koalisi Parpol mana saja yang harus menjadi koalisinya, Setya Novanto, kata Nurdin Halid menjelaskan, sepenuhnya diserahkan pada keluarga Alex Noerdin.

Husnul Khotimah, Koordinator Kelompok Diskusi Demokrasi Sumsel menilai, secara konstitusional tidak ada yang dilanggar. Namun demikian, Husnul Khotimah menyatakan, pengambilan keputusan beraroma elitis itu akan memunculkan kesan dinasti politik, dan kualitas demokrasi di Sumsel akan mengalami penurunan.

“Tidak bisa dipungkiri, ada aroma elitis. Ada lobby-lobby di dalam yang pertimbangannya justru bermaksud melanggengkan kekuasaan keluarga Alex. Itu jelas memunculkan kesan dinasti politik. Padahal semua kita sudah tahu, dinasti politik banyak madharatnya daripada maslahatnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, praktek demokrasi seperti itu akan menyayat keadilan. Kualitas demokrasi di Sumatera Selatan akan melorot dan praktek korupsi akan mungkin terjadi, jika aparat sipil negara ketakutan menghadapi hegemoni keluarga tertentu.

“Pada banyak daerah lain, dinasti politik telah terbukti menyebabkan maraknya korupsi. Bukan satu dua, kasus bapak, anak sama-sama ditangkap KPK. Lihatlah misalnya kasus paling akhir, dimana seorang walikota kena OTT KPK padahal sebelum itu ayahnya yang merupakan walikota sebelumnya, juga dipenjarakan KPK karena kasus korupsi,” ujarnya.

Dinasti Politik Sumsel

Kekuasaan, kata Husnul menambahkan, memang akan membuai dan tidak sedikit pemimpin yang tidak siap kehilangan jabatan. Sehingga, masih ada digerakkan segala daya dan upaya untuk melanggengkan kekuasaan.

Baca juga :  Polsek Andir Polrestabes Bandung Sambangi Kampung Tangguh Nusantara Lembur Tohaga Lodaya

Ayah mau anaknya meneruskan kekuasaan, padahal era kini bukanlah kerajaan. Ujung-ujungnya dinasti politik terbentuk. Walau aturan yang selalu berubah itu tidak melarang namun seharusnya partai politik sebagai pilar demokrasi berperan paling depan melakukan pendidikan politik.

“Mengeliminir atau meminimalisir dinasti politik seharusnya menjadi concern partai politik, jangan justru malah menyuburkannya,” ungkap Khusnul.

Husnul menambahkan, dalam politik kedudukan moral itu paling tinggi. “Moral itu kedudukannya di atas legal, bayangkanlah orang yang baru saja dilantik jadi bupati, belum setahun bekerja, sudah maju lagi, mau jadi gubernur, dan gubernur itu adalah ayahnya,” tegas Husnul Khotimah.

Tengah Berkacamata, Ketua Umum DPP Partai Golkar. Samping Kiri, Alex Noerdin Gubernur Sumsel.

Sekedar informasi, Dodi Reza Alex Noerdin, adalah putra kandung Gubernur Sumatera Selatan, yang saat ini diusung Parti Golkar untuk maju menjadi calon gubernur, meneruskan ayahnya, saat ini Dodi masih menjabat sebagai Bupati Musi Banyuasin.

Menurut aturan Pilkada saat ini, seandainya kalah dalam pilgub, Dodi Reza jakan kembali menjadi bupati.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru