banner 728x250

Anak Alex Noerdin Diusung Golkar Maju Pilgub Sumsel, KODDES Angkat Bicara

  • Bagikan
Foto Alex Noerdin bersama Istri. Sumber Foti Google
banner 468x60

SUMSEL, KICAUNEWS.COM – Anak kandung Alex Noerdin, Gubernur Sumatera Selatan, Dodi Alex diusung partai Golkar untuk maju dalam Pilgub Sumatera Selatan 2018 mendatang. Melalui keterangan Ketua Harian DPP Partai Golkar, Nurdin Halid mengatakan, Ketua Umum DPP Partai Golkar, Setya Novanto telah memberikan keputusan.

Meski demikian, soal pasangan dan koalisi parpol dalam Pilgub Sumsel, partai berlambang pohon beringin ini, sepenuhnya menyerahkan keputusannya kepada keluarga Alex, yang saat ini menjadi orang nomor satu di Sumatera Selatan.

ARTIKEL LAINNYA :

Menyikapi hal tersebut, Pengamat Politik dari Kelompok Diskusi Demokrasi Sumsel, Husnul Khotimah, Kamis (26/10) mengatakan, meskipun tidak ada rintangan secara konstitusional untuk mengikuti konstlasi dalam Pilgub Sumsel.

Namun hal itu, kata Husnul menjelaskan, tidak bisa dipungkiri, terdapat aroma elitis, yang memunculkan kesan dinasti politik. Selain itu, Husnul menambahkan, tidak hanya aroma tak sedap, tapi citra rakus kekuasaan dan ambisi politik pun tak akan tertahan.

Pasalnya, kata Husnul menjelaskan, dinasti politik, dapat disebut sebagai, bentuk telanjang penurunan demokrasi. Sebab, masih kata Husnul, rakyat sulit untuk yakin, ayas perkembangan sistem dan kemanfaatan sistem pemerintah, yang menganut asas demokrasi.

“Ujung-ujungnya, akses dan infrastrukstur menuju kekuasaan, didominasi oleh kalangan elite tertentu. Ini kan jelas-jelas menyayat keadilan,” ujar Husnul Khotimah, Pengamat Politik dari Kelompok Diskusi Demokrasi Sumsel.

Jika hal itu tetap dilakukan, Husnul menilai, praktek demokrasi di Sumsel akan melorot. Dia mencontohkan, pada banyak daerah, dinasti politik dapat menyebabkan pada perilaku korupsi.

“Bukan satu dua, kasus bapak anak sama-sama ditangkap KPK,” kata Husnul Khotimah, Pengamat Politik dari Kelompok Diskusi Demokrasi Sumsel.

Dalam konteks Pilgub Sumsel 2018 ini, Husnul menegaskan, upaya dan aroma untuk mempertahankan kekuasaan, memang tidak bisa dielakan. Meski secara legal formal, tambah Husnul, tidak ada yang dilanggar, namun secara moral ada yang perlu dan harus dipertimbangkan.

Baca juga :  Usung Dodi Reza Maju Pilgub Sumsel, Politik Dinasti Menguat 

“Moral itu kedudukannya di atas legal, bayangkanlah orang yang baru saja dilantik jadi bupati, belum setahun sudah maju lagi, mau jadi gubernur dan gubernur itu adalah ayahnya,” tegas Husnul Khotimah. Seperti diterangkan Husnul lewat keterangan tertulis, dia juga mengkritik atas berubahnya regulasi Pilkada.

Seandainya aturan main, masih berlaku sama seperti Pilkada sebelumnya, jelas Husnul, dimana bupati yang mencalonkan diri menjadi gubernur di wilayahnya harus mundur. Maka persoalan ini, kata Husnul, sangat mungkin tidak akan terjadi.

“Saya kira pemilih harus jeli dan mandiri. Jangan mau suara dibeli. Pilkada adalah sarana yang absah untuk evaluasi. Setelah kekuasaan dibatasi dua periode saja maka spiritnya harus ditangkap yaitu cari pemimpin baru,” pungkasnya.

Dia menilai, kekuasaan memang akan membuai, dan tidak sedikit pemimpin di dunia ini, kata Husnul, yang tidak siap kehilangan jabatannya. Oleh karena itu, Husnul menegaskan, kemudian muncul upaya, agar kekuasaan tersebut, tidak diteruskan oleh anak, istri dan saudaranya. (Haji Merah/Redaksi).

Foto Alex Noerdin bersama Istri. Sumber Foti Google
Print Friendly, PDF & Email
ARTIKEL YANG DISARANKAN :
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *