oleh

Prof. Dr. Bahrullah Akbar: Rekontruksi Kebetawian Dalam Sinergitas Pembangunan Nasional.

Oleh : Prof. Dr. Bahrullah Akbar (Guru Besar IPDN dan Wakil Ketua BPK RI Juga Tokoh Betawi) 

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Jakarta adalah sebuah tempat sorotan nasional yang menjadi Miniataur Pembangunan nasional dari Negara Indonesia. Dalam prosesi pembangunan tentu menjadi ikhwal mendasar bahwa ritme keterlibatan masyarakat dan kebijakan pemerintah tentu harus pro aktif dalam pembangunan nasional.

Jakarta dan Kebetawian merupakan satu elemen dasar yang saling melekat secara historis maupun sosial kebudayannya. Rekonstruksi Kebetawian dan  tantangan zaman yang kini cukup masif dengan adanya hegemoni kebudayaan sub culture menjadi reflektif penguatan moral kebudayaan dalam menyambut tantangan zaman.

Identitas etnik Kebetawian dan Pembangunan berwawasan kebudayaan adalah implementasi mendasar yang harus diterapkan secara holistik.

Betawi menjadi pondasi dasar marwah kearifan lokal yang ada di Ibukota yang menjadi satu penguatan penanaman nilai dan norma bagi generasi betawi. Dalam era Millenial kini, Menjadi sebuah peluang dan tantangan bagi generasi muda betawi untuk merefleksikan eksistensi budaya betawi baik di tingkat nasional maupun internasional.

Menjadi sebuah keharusan bahwa masyarakat betawi harus berdikari dan proaktif membangun narasi baik untuk pembangunan berkelanjutan yang berwawasan kebudayaan.

Karakter masyarakat betawi yang berazaskan semangat kekeluargaan dalam kearifan lokalnya menjadi sumbangsih besar bagi nawacita pembangunan. Karena bangsa yang besar ialah bangsa yang berbudaya.

Namun, Realitas saat ini betawi seakan kurang menjadi perhatian dalam keterlibatan pembangunan dan terkesan pemerintah juga subversif dari penerapan kebijakan pun juga kurang menyentuh hingga tingkat akar rumput.

Tentu ini menjadi hal penting bahwa Rekonstruksi pembangunan harus bersifat strategis dan membangun masyarakat betawi pada umumnya.

Berkaca pada kondisi subversif kebetawian ini diterbitkanlah sebuah payuing hukum dalam penerapan kebudayaan betawi yang termaktub dalam Peraturan Daerah (PERDA) No. 4 Tahun 2015 mengenai Pelestarian Budaya Betawi di Ibukota DKI Jakarta.

Baca juga :  Siaga di Gereja, Polisi di Sukabumi Kota Amankan Kebaktian Rutin

Perda ini mengatur mengenai beberapa aturan baku dari pemerintah daerah yang mengatur mulai dari pemasangan ornament kebetawian di setiap instansi pemerintah-swasta dan beberapa revitalisasi cagar budaya betawi di Jakarta.

Namun, Penerapan pedoman hukum ini juga harus disinergiskan dengan berbagai pihak dalam upaya pelestarian kebudayaan Betawi.  Dengan ini betawi merupakan poros penting pembangunan berwawasan kebudayaan yang bersifat berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

FKMB Menjawab Tantangan

Di era Modern saat ini tentu kebetawian harus menjadi Habitus moral kebudayaan dari masyarakat Betawi dalam menyambut dan survive terhadap berbagai tantangan zaman.

Arus Hegemoni kebudayaan dalam era postmodernisme seperti Gelombang Westernisasi, Globalisasi dan berbagai macam sub kebudayaan pop culture yang sejatinya masyarakat betawi harus adaptif dalam filterasi masuknya berbagai macam hegemoni kebudayaan asing.

Budaya kini seharusnya direkonstruksi dan direvitalisasi sesuai zamannya agar memunculkan culture interesting bagi generasi millennial era kontemporer saat ini.

Mengamati  dan menyikapi berbagai fenomena dinamika perkembangan kebetawian kekinian tentunya melalui Forum Komunikasi Mahasiswa Betawi (FKMB) yang saat ini dilantik di Balai Agung  Balaikota DKI Jakarta siap menjadi garda terdepan kemajuan Betawi dalam menghadapi tantangan dan peluang zaman.

Melalui Rekonstruksi Pemaknaan Kebetawian dalam upaya proaktif dan menjalin sinergitas dengan berbagai elemen masyarakat maupun instansi pemerintah untuk bahu membahu membangun marwah kearifan lokal kebetawian.

Dalam hal ini, FKMB akan merekonstruksi kebetawian agar dapat berprestasi dan berkarya baik kancah nasional maupun Internasional. Melalui berbagai stimulus inovasi kebetawian dan sinergitas dengan kebijakan pelestarian kebudayaan Betawi untuk menumbuhkan pembangunan berwawasan kebudayaan yang berkarakter dan berwawasan global.

Untuk itu kami dari Forum Komunikasi Mahasiwa Betawi juga akan menjalin sinergitas dengan Instansi Kedutaan Besar untuk membangun stimulus pengenalan kebetawian di tingkat Internasional .

Baca juga :  BPK Kenya Bertandang Ke BPK RI, Bahrullah Akbar: Kami Berbagi Pengalaman Audit Cost Recovery

Untuk itu kami Forum Komunikasi Mahasiswa Betawi menyatakan dan bersikap pada beberapa hal terkait Rekonstruksi Kebetawian dalam Menyambut Tantangan Zaman di Era Millenial saat ini.

Menjalin Sinergitas Dengan Pemrov

Forum Komunikasi Mahasiswa Betawi siap menjadi social control terhadap kebijakan-kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Forum Komunikasi Mahasiswa Betawi Akan membangun kerjasama (MoU)  kepada seluruh Instansi Pemerintah maupun lainnya dalam hal kebudayaan dan Pertukaran Pemuda antar Negara ( FKMB Go International)

Forum Komunikasi Mahasiswa Betawi sebagai Putra Daerah Mendorong kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk bersama membangun generasi emas pemuda pemudi betawi dalam hal Pendidikan, Beasiswa dan Hal konstruktif lainnya kepada Mahasiswa Betawi dalam Menyongsong Generasi Emas Muda Mudi Betawi. Menjadi Roda Penggerak Rekonstruksi Kebetawian dalam menyambut Tantangan zaman dan Membangun generasi emas betawi.

 

Foto. Ilustrasi
Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru