oleh

Herman Deru: Santri Harus Menjaga Persatuan Keutuhan Bangsa !!!

SUMSEL, KICAUNEWS.COM – Dalam semua hal, karakter santri, kiai, dan pesantren, telah banyak memberikan inspirasi, inovasi dan kiprah dalam kehidupan. Selain itu, santri juga adalah kelompok terpelajar yang mandiri sejak dari masa menempuh pendidikan di pesantren, hingga saat terjun di masyarakat.

Demikian hal ini disampaikan, Herman Deru, Minggu (22/10) yang saat ini akan berlaga di Pilgub Sumatera Selatan 2018. Dalam memperingati Hari Santri Nasional (HSN), Herman Deru, yang saat ini bertekad maju di Pilgub Sumsel 2018, mendampingi Mawardi Yahya Minggu (22/10) mengatakan, sosok santri adalah sosok pejuang dan selalu membawa misi dalam hidup.

Dengan sendirinya, tambah Herman Deru melanjutkan, santri dalam kehidupannya, akan selalu menjadi garda terdepan, dalam menjaga moral bangsa.

“Santri memiliki jiwa pejuang dan selalu membawa misi dalam hidup yaitu beribadah dan menegakkan kalimat Allah. Dengan sendirinya santri akan menjadi garda penjaga moral bangsa,” kata Herman Deru, kepada Jurnalis di Palembang, Sumatera Selatan.

Herman Deru, calon Gubernur Sumsel yang akan berpasangan dengan Mawardi Yahya ini, lebih jauh menjelaskan, peran santri, sebagai penjaga moral bangsa sangat diperlukan di era sekarang.

Sebab, masih kata Herman Deru menambahkan, tantangan zaman begitu besar, dekadensi moral hampir terjadi di banyak sektor. Kepada Jurnalis, dia mengatakan, aktivitas buruk, seperti praktek korupsi, kolusi, nepotisme, kriminalitas, pornografi sudah menjadi peristiwa harian.

Untuk dapat mengentaskan hal tersebut, Herman Deru mengajak semua santri, sebagai orang yang terlatih, untuk selalu menjadi penjaga moral. “Kepada para santri kita berharap agar bangsa ini dijaga dari kemusnahan karena hilangnya akhlak dalam kehidupan bernegara,” ujar Herman Deru.

Dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks ini, Herman Deru berpesan, para santri harus membentengi diri, dengan agama dan bisa terus menumbuhkan rasa nasionalisme kebangsaan.

Baca juga :  Angka Putus Sekolah di Sumsel Meningkat, Herman Deru Siapkan Ini 

“Di sini santri harus membentengi diri. Nasionalisme harus ditumbuhkan. Kita punya Pancasila yang menyatukan kita dari Aceh sampai Papua, itu kesepakatan para pendiri bangsa termasuk di dalamnya para santri,” pungkas Herman Deru.

Selain itu, dia juga meminta kepada semua santri, agar bisa terus menjaga keutuhan bangsa, dan negara. Sebab kata Herman Deru menambahkan, saat ini ada banyak ideologi trans-nasional yang masuk dan mengajarkan cita-cita khilafah, negara baru atau dasar negara baru.

Sekedar informasi, Hari Santri Nasional (HSN) merupakan momentum pengakuan negara atas sejarah peran santri, kiai dan pesantren yang telah berkontribusi besar saat merebut kemerdekaan.

Selain itu, berdasarkan Kepres No 21 Tahun 2015, pengakuan negara ini berdasarkan pada perjuangan kalangan pesantren dan rakyat Indonesia, melalui fatwa Resolusi Jihad KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.

Senada, Ketua Perhimpunan Santri Harapan Rakyat, Ahmad Baijuri juga mengatakan, para santri saat ini, memang digembleng untuk menjadi kader muslim yang militan, terutama dalam pengertian sebagai penjaga moral.

“Tidak ada santri jika tidak ada pesantren. Kami berharap agar pesantren ini diperhatian oleh gubernur. Banyak pesantren, gedung dan asramanya jelek, juga akses jalan ke asrama dan lain sebagainya kurang terperhatikan.” ujar Ahmad Baijuri.

Tidak hanya itu, Baijuri juga menyambut baik kepedulian Herman Deru, dengan  pengetahuannya mengenai santri. Bajuri juga berharap, saat Herman Deru terpilih sebagai menjadi Gubernur Sumatera Selatan nanti, bisa memberikan perhatian lebih kepada dunia pesantren.

“Jadi kami mendo’akan agar Herman Deru, terpilih dan memberi perhatian kepada santri,” kata Herman Deru. (Redaksi/Haji Merah).

Redaksi
Redaksi.
Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru