oleh

Kritisi Tiga Tahun Jokowi, Cipayung Plus Sebut, Presiden Melanggar Hukum !

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Menyambut usia tiga tahun kepemimpinan Jokowi-JK, mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus DKI Jakarta, Jumat (20/10) sore tadi, menggelar diskusi publik.

Acara diskusi, dengan tajuk ‘Pemuda dan Mahasiswa Menyikapi 3 Tahun, Pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla’ ini, digelar di Kedai Kopi Perjuangan Jakarta Pusat.

Carlos Wawo, Wakil Sekertaris Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang DKI Jakarta mengatakan, Pemerintahan Jokowi-JK telah melanggar janji-janji politik dalam Nawacita dan tidak melaksanakan amanat UUD 1945.

“Banyak pasal dalam UUD 1945 tidak dijalankan oleh Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla, serta janji politik nawacita tidak ada yang berhasil,” ujar Carlos, dalam keterangan tertulisnya, sebagaimana diterima Redaksi, Jumat (20/10) malam.

Dalam diskusi publik itu, mahasiswa juga menyoroti banyak hal, salah satunya dalam hal pembangunan manusia, dengan jargon Revolusi Mental, yang juga dinilai mahasiswa tidak memiliki konsep yang jelas.

“Pembangunan manusia itu juga, membangun jiwa dan karakter, tetapi lihat dunia pendidikan kita dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi amburadul semua, tidak ada yang beres” ujar Carlos.

Senada, Ketua Umum HMI Cabang Jakarta Pusat Utara, Adim Rajak juga menambahkan, diera kepemimpinan Jokkwi, pengelolaan dalam sektor sumber daya alam, masih serabutan dan belum jelas.

Adim menilai, saat ini pemerintahan Jokowi, dalam melakukan pengelolaan sumber daya alam ini, masih kalah dengan para pemodal dan cukong-cukong yang ada di dalam negeri.

Sekedar informasi, dalam diskusi publik itu, Kelompok Cipayung DKI Jakarta yang mengikuti acara tersebut, terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan GPII Cabang Jakarta Pusat.

Hal yang sama juga dikatakan, Ketua GMNI Cabang Jakarta Pusat, Blasius Jacky, pembangunan berkonsep negara maritim, yang saat ini menjadi platform, rupanya, dinilai mahasiswa, tidak berdampak nyata bagi mahasiswa.

Baca juga :  HMI Hari Ini Beri Bunga, Sapu dan Nasi Bungkus Ke KPK

“Pembangunan dengan konsep maritim ini dipertanyakan sebab tidak jelas konsepnya, sebab membangun jalur maritim tidak sekedar membangun kapal dan pelabuhan, harus ada industri pengelolaan sumber daya hasil laut untuk mengoptimalkan pembangunan tol laut ini, yang pada nyatanya tidak ada,” tegas Blasius.

Mahasiswa juga menilai, Nawacita dalam janji politik Jokowi, saat ini masih belum ada, yang terealisasikan. Mahasiswa mencontohkan, seperti pengadaan 10 juta lapangan oekerjaan yang dijanjikan oleh Presiden Jokowi.

“Penyediaan 10 juta lapangan kerja, yang dijanjikan oleh Presiden Joko Widodo, sama sekali tidak ada buktinya, yang ada malah angkatan kerja muda yang semakin banyak dan menganggur,” tegas Blasiis. (Redaksi/Haji Merah).

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru