oleh

Alasan ekonomi seorang residivis kembali edarkan narkoba

TANGSEL, KICAUNEWS. COM– Polres Tangsel gelar Press Release terkait keberhasilan dalam mengungkap kasus Narkoba yang dipimpin langsung oleh
Kapolres Tangsel AKBP Fadli Widiyanto, didampingi Kapolsek Kelapa Dua Kompol Endang Sukmawijaya serta Iptu Sarman selaku Kasubbag Humas Polres Tangsel bertempat di Lantai 2 Mapolres Tangsel, Selasa (22/08/17).

“Pelaku adalah D warga Kp.Cilegong Rt.02/01, Kel.Mekarwangi, Kec.Cisauk, Tangerang, serta MA alias T, warga Taman Sari Rt.13/06 Ds.Sukawarna, Kec.Rumpin, Bogor yang mengontrak di Perumahan Bale Tirtawana Cluster Argawana Blok G6 No.10 Ds.Sukamulya, Rumpin, Bogor,” ungkapnya

Pelaku yang berinisial MA alias T,30, ini berdalih kondisi ekonomi keluarganya yang pas-pasan mendorongnya untuk kembali mengedarkan barang haram tersebut. Dari setiap 1 gram sabu yang dijualnya, pelaku mengakui bisa mendapatkan untung sebanyak Rp500 ribu. Namun, belum lama menikmati hasil penjualannya pihak kepolisian meringkusnya.

Dari kediamannya polisi berhasil mengamankan barang bukti dua bungkus kotak makanan ringan yang berisi 2 plastik sabu dengan total seberat 161,35 gram beserta timbangan digital. “MA ini residivis, dia baru saja keluar penjara tahun 2015 setelah sebelumnya dihukum empat tahun dalam kasus narkoba. Pengakuannya baru dua kali ini mengedarkan. Sabu ini dipecah-pecah, 1 gram kadang menjadi 5 paket,” ungkap Kapolres Tangsel AKBP Fadli Widiyanto.

Sebelum menangkap MA, aparat Polsek Kelapa Dua berhasil menangkap rekan MA, berinisial D ,27 , di pinggir Jalan Raya Lapan, Cisauk, Tangerang, Jumat 22 September 2017 malam sekira pukul 20.30 WIB. Dari tangan D, ditemukan satu paket sabu seberat sekira 0,53 gram. Dari keterangannya lah disebutkan jika barang haram tersebut diperolehnya dari MA.

“Awal pengungkapan tertangkap dulu saudara D, yang membeli sebanyak satu gram dari MA. Kemudian ditangkap oleh Polsek Kelapa Dua. Selanjutnya dikembangkan, barang tersebut berasal dari tersangka MA di daerah Bogor,” ungkap Fadli.

Baca juga :  Ini Tujuan, Kodim 0735/Surakarta Gelar Latihan Katpuan Apkowil 2019

Pelaku MA menyebutkan, paket sabu dibeli dari seseorang yang tak dikenal di pinggir Jalan Raya Veteran, Kota Tangerang. Dia menjual kembali di sekitar wilayah Tangerang Raya. Dia beralasan bisnis haram tersebut terpaksa dilakoninya lantaran, tak bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Atas perbuatannya tersebut MA dikenakan Pasal 114 ayat (1) KUHP, Undang-undang (UU) Nomor 35
dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. Sedangkan pelaku D, dikenakan Pasal 112 ayat (1) KUHP, dengan pidana kurungan maksimal 12 tahun.

“Tersangka dan barang bukti dibawa ke Mapolsek Kelapa dua guna penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya.(tris)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru