oleh

Pengamat: Pilpres 2019, Tiga Figur Ini Yang Harus Diperhitungkan

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Meski masih terhitung lama, potensi konflik agama menjelang Pilpres 2019 semakin terasa. Untuk mengatasi hal tersebut, Pengamat Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno mengatakan, kombinasi kelompok nasionalis dan Islam, dinilai dapat meredam potensi konflik sosial

Adi menilai, kedua kelompok (Nasionalis dan Islam) merupakan kekuatan terbesar di negeri ini. “Pada tahap inilah, figur santri seperti Cak Imin, Zulkifli Hasan, dan Romy layak diperhitungkan menjadi pendamping Jokowi di 2019,” kata Adi Prayitno, seperti dilansir dari Rakyat Merdeka Online.

Diantara tiga nama ketua umum parpol Islam, kata Adi menambahkan, Cak Imin, ketua Partai Kebangkitan Bangsa, relatif unggul dengan sejumlah alasan.

Adi yang juga dosen di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menjelaskan, pertama, perolehan suara PKB melampaui PAN dan PPP, kedua kata Adi, Cak Imin, merupakan representasi kekuatan politik NU, yang saat ini masuk sebagai potret keagamaan yang moderat.

Oleh karenanya, kata Adi melanjutkan, untuk meredam isu-isu komunisme dan radikalisme sangatlah cocok. “Selain itu, loyalitas PKB relatif sudah teruji ke Jokowi. Bahkan fungsionaris PKB kerap pasang badan ketika Presiden Jokowi diserang isu PKI dan komunis,” lanjut Adi.
Untuk Zulkifli Hasan, kata Adi, yang memiliki irisan massa dengan Muhammadiyah perlu diperhitungkan juga, dan PAN sering membuat manuver yang berseberangan dengan pemerintah. Bahkan tak jarang PAN memiliki cita rasa sebagai bagian dari oposisi.

“Sikap Amien Rais yang kerap menyerang Jokowi juga menjadi catatan penting bagi Jokowi,” kata Pengamat Politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Adi Prayitno. (Ed. Redaksi/Haji Merah).

Sumber Foto: Google
Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru