oleh

Herman Deru: Kemiskinan dan Ketahan Pangan di Sumsel Saling Berkait

SUMSEL, KICAUNEWS.COM – Kemiskinan yang ada di Sumatera Selatan, memang tidak bisa dilepaskan dari persoalan ketahanan pangan, bahkan juga ketahan gizi, sebab keduanya saling memiliki keterkaitan. Indikasi dari adanya kemiskinan, secara tidak langsung, karena, adanya indikasi lemahnya pemenuhan kebutuhan makanan pada tingkat rumah tangga.

Demikian hal ini dikatakan, Calon Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, dalam Preas Rilisnya, Senin (16/10) bertepantan pada Hari Pangan Sedunia, seperti diterima Jurnalis.

Selain lemahnya kebutuhan dalam rumah tangga, Herman Deru juga menjelaskan, persoalan kemiskinan juga terjadi karena, rendahnya pendapatan masyarakat, maupun karena tidak meratanya distribusi pangan.

Herman menilai, hubungan antara kemiskinan dengan ketahan pangan, sangatlah erat, baik secara mikro pada tingkat rumah tangga, maupun secara makro pada tingkat wilayah.

Sehingga, kata Herman, hubungan antara kemiskinan dengan ketahan pangan
Hubungan antara kemiskinan dengan ketahanan pangan sangat erat baik secara mikro di tingkat rumahtangga maupun secara makro di tingkat wilayah.

“Ketahanan pangan pada dasarnya merupakan kemampuan, untuk menjamin seluruh penduduk memperoleh pangan dalam jumlah yang cukup, mutu yang layak dan aman dikonsumsi, yang didasarkan pada optimalisasi pemanfaatan dan berbasis pada keragaman sumber daya lokal,” ujar Herman Deru, yang juga Bupati OKU dua periode, Senin (16/10) bertepatan dengan hari Pangan Sedunia.

Seperti dilansir dari halaman Badan Pusat Statistik (BPS), per-Maret 2017, jumlah penduduk miskin di Sumatera Selatan, berada pada urutan ke-4, dengan persentasi penduduk miskinnya, berada pada angka 13,19 persen, dari jumlah penduduk sebanyak 8,16 juta jiwa.

Selain itu, berdasarkan Badan Pusat Statistik, terpuruknya garis kemiskinan di Sumatera Selatan, juga di dukung oleh Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) dengan urutan ketiga tertinggi di Sumatera, setelah Provinsi Aceh dan Bengkulu.

Baca juga :  Cegah Penyebaran Coovid 19, Polsek Sindang Gelar Pangamanan Posko Chek Point di Terminal Sindang

Masih menurut catatan Badan Pusat Statistik, untuk di Sumatera, urutan pertama pertama persentasi penduduk miskin, ditempati oleh Provinsi Aceh, dengan angka, 16,89 persen, Bengkulu sebanyak, 16,45 persen, Lampung sebesar 13,69 persen, dan Sumatera Selatan sebanyak 13,19 persen.

Dalam keterangan tertulisnya, Herman Deru, yang saat ini akan berlaga di Pilkada Sumsel 2018 mendatang, siap mendorong peningkatan produksi pertanian dengan semaksimal mungkin.

Untuk mengatasi persoalan pangan tersebut, Herman menjelaskan, bisa dimulai dengan cara membenahi jaringan tata irigasi mikro, dan dengan cara memodernisasikan segala peralatab pertanian, dan juga mengawasi lahan-lahan pangan, agar tidak beralih fungsi.

Masih menurut Herman, kedepan pemerintah, sudah tidak boleh memberikan izin perkebuban dan hutan tanaman industri di daerah produksi pangan. Herman menegaskan, betapa pentingnya melindungi lahan pertanian.

Dalam Preas Rilisnya, Herman mengungkapkan, jika pangan hasil pertanian rakyat tinggi, dengan sendirinya, kata Herman menambahkan, anak muda, akan tertarik menjadi petani. Salah satu upaya menjaga hasil pertanian bagus di pasaran, tambah Herman, banyak sekali hal yang bisa dilakukan oleh para petani.

“Tentu pentahapannya sudah kita rumuskan, yang jelas pembangunan kita ke depan harus mengedepankan preferensi atau keberpihakan pada para petani ini. Salah satu program untuk menekan angka kemiskinan adalah memperkuat ketahanan pangan. Petani maju, Sumsel maju,” tegas Herman Deru, Calon Gubernur Sumsel. (Haji Merah).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru