oleh

Ini Strategi Herman Deru, Tingkatkan Partisipasi Pendidikan Di Sumsel

SUMSEL, KICAUNEWS.COM – Sesuai dengan amanat UU, peran negara adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, hal ini sesuai dengan yang telah diatur dalam UUD 1945. Namun demikian, itu semua belum dapat dirasakan oleh semua kalangan masyarakat di Sumatera Selatan.

Hal ini disebabkan karena, masyarakat Sumsel kebanyakan, belum mempunyai akses untuk bisa mengenyam pendidikan formal secara selayaknya. Demikian hal ini katakan Bupati OKU dua periode, Herman Deru, Jumat (13/10) saat dimintai keterangan Jurnalis.

Menurut data neraca pendidikan daerah (NDP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tahun 2016, kondisi tingkat partisipasi pendidikan murni berada pada angka 91,6 persen, untuk tingkat Sekolah Dasar, berada diangka, 76,0 persen.

Sementara untuk tingkat sekolah menengah, SMP berada pada angka 60 persen, dan untuk partisipasi pendidikan tingkat Sekolah Menengah Atas, SMA/SMK, berada pada angka 40 persen, sisanya putus sekolah.

Menyikapi hal tersebut, Herman Deru yang juga calon Gubernur Sumatera Selatan berjanji, akan mengentaskan problem tersebut. Herman menilai, Pendidikan dan pemberdayaan, akan menjadi salah satu fokus program.

“Bukan hanya untuk waga miskin dan pengangguran, saya juga akan menggalakkan program pendidikan dan pemberdayaan untuk anak yang putus sekolah.” ujar calon Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, kepada Jurnalis.

Banyaknya angka putus sekolah di Sumatera Selatan, kata Herman menjelaskan, memang terdapat beberapa faktor. Salah satunya, kata Herman, karena kondisi ekonomi keluarga, kondisi lingkungan yang tak mendukung, serta kurang kuatnya motivasi kepada anak.

“Kondisi ekonomi yang kurang baik bisa memaksa anak-anak ikut bekerja, ini juga semakin membuat motivasi anak untuk sekolah menurun, karena harus menopang keluarganya.” jelas Herman.

“Mereka yang terlanjur bekerja, lalu memilih melanjutkan itu, dari pada sekolah, ini menjadi salah satu problem serius yang harus diselesaaikan,” tambah Herman Deru.

Baca juga :  Begini Langkah Kepala Desa Tanjungjaya, Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Herman menjelaskan, semua anak di Sumatera Selatan, wajib sekolah minimal sampai tamat Sekolah Menengah Atas. Saat dimintai keterangan Jurnalis, Herman mengatakan para orang tua, harus diajak bicara oleh pemerintah betapa pentingnya menyekolahkan anak.

“Saya tidak mau ada anak yang tidak sekolah atau putus sekolah, para orang tua harus diajak bicara bahwa menyekolahkan anak adalah wajib, lagian gratis kok, jadi di sini peran aparat pemerintah di lapis bawah harus aktif, harus door to door mengajak keluarga agar anak-anaknya sekolah, kalau tidak sekolah mereka akan merugi,” jelas Herman Deru. (Editor Redaksi/Haji Merah).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru