oleh

Presiden Jokowi dan Wahid Foundation Sepakat, Indonesia Harus Rukun

JAKARTA, KICAUNEWS.COM –Soal kerukunan dan perdamaian, Presiden Joko Widodo menilai, banyak yang kepincut dengan dengan Indonesia. Selain memiliki suku yang cukup banyak, Jokowi juga menilai suku di Indonesia lebih banyak dibandingkan Malaysia.

Presiden menyarankan agar bangsa Indonesia selalu berhati-hati dalam menyikapi persoalan, Jokowi mengatakan, dalam menyelesaikan persoalan jangan sampai terjadi gesekan atau pun konflik.

“Beraneka ragam suku bahasa agama ras itu merupakan takdir yang harus dijaga. Sekecil apapun yang bisa menyebabkan perpecahan harus segera diatasi dan dihindari,” ujar Jokowi, di kompleks pesantren An-Nuqqoyah, Sumenep Madura.

Jokowi hadir ke Sumenep bersama Wahid Foundation dan Badan PBB untuk isu perempuan, dalam rangka merayakan hari Perdamaian Internasional. Kunjungan itu bertempat di Desa Guluk-Guluk, Sumenep, Madura Jawa Timur.

Dalam kunjungan itu, Jokowi meminta agar warga Madura terus menjalin hubungan baik, menjaga ukhuwah islamiyah, menjaga ukhuwah Basyariah, dan ukhuwah Wathaniyah.

Hal yang sama juga dikatakan, Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid, pihaknya mengapresiasi kunjungan dan kegiatan tersebut. Tidak hanya itu, Yenny juga mengapresiasi perempuan yang ada di Madura, yang melibatkan para perempuan.

“Ketika UN Women menghubungi kami untuk membuat kegiatan perayaan hari perdamaian dunia yang melibatkan kelompok perempuan di masyarakat kami langsung berpikir bahwa Madura adalah daerah yang paling pas, karena perempuan Madura dikenal sebagai pribadi yang ulet dan pekerja keras, serta religius dan senang bergotong royong,” ujar Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid.

Yenny menjelaskan, karena melibatkan kaum perempuan lah, pihaknya (Wahid Foundation) berinisiatif untuk membuat Gerakan Perempuan Untuk Perdamaian.

“Karena maqolah ulama menyebutkan,” kutip Yenny, “An nisa ‘imadul bilad, idzasholuhat sholuhal bilad, Perempuan itu tiang negara, bila perempuannya baik maka negaranya juga akan baik.” jelas Yenny.

Baca juga :  Seniman Parungpanjang Goreskan Kuas Mempercantik Tembok Lapangan Parungpanjang

Berjuang Untuk Ketentraman

Tidak hanya itu, Yenny juga menilai, selama ini, para kyai telah berjuang digarda terdepan untuk menciptakan ketentraman dan kedamaian di bumi nusantara. Tentu, kata Yenny menambahkan, dibelakangnya terdapat peran ibu Nyai yang luar biasa dan turut serta dalam perjuangan tersebut.

Diketahui, program yang digagas bersama UN Women, berbentuk program penguatan ekonomi keluarga, dimana perempuan akan dibantu untuk meningkatkan kemampuannya dalam mencari tambahan nafkah keluarga.

“Mereka bisa tetap tinggal dirumah untuk mengasuh anaknya, sambil membuat usaha kecil untuk membantu pendapatan keluarganya.” tambah Yenny.

Tidak hanya itu, dalam kegiatan itu juga, masih kata Yenny, perempuan tersebut juga akan dibekali dengan kemampuan untuk menerapkan nilai-nilai perdamaian dilingkungannya masing-masing sehingga tidak mudah terpancing oleh provokasi orang-orang, yang ingin menciptakan konflik ditengah-tengah masyarakat.

“Dalam program ini juga melibatkan banyak kyai, Gus dan Lora, untuk membantu membangun pemahaman kaum perempuan terutama tentang nilai Pancasila.” ujar Yenny.

Yenny menambahkan, para kyai adalah orang yang paling tepat untuk bicara soal Pancasila. Karena para kyai, kata Yenny menambahkan, sangat menyadari bahwa Pancasila.

“Saya berharap para Lora dan Gus dari An-Nuqoyah bersama para bu Nyai, nantinya bisa menjadi pelopor-pelopor perdamaian di Madura dan Indonesia”, tegas Yenny.

Merespon Keinginan Presiden

Dalam gerakan ini juga, Yenny menjelaskan, adalah respon atas keinginan Presiden Jokowi, dalam merespon penguatan ekonomi.

Bagi saya, kata Yenny, beliau (Presiden Jokowi) telah bekerja keras dalam melakukan banyak upaya untuk mengikis kesenjangan ekonomi yang ada dimasyarakat. Karena itu tambah Yenny, mari kita doakan agar Beliau diberi kekuatan dalam memimpin bangsa ini.

“Kita doakan Beliau diberi kesehatan dan kemampuan yang dibutuhkan untuk membangun Indenesia yang aman, adil dan sejahtera”, tambah Yenny. (Editor Redaksi Group Kicau).

Baca juga :  Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Kades PAW Tanjungjaya Masa Jabatan 2019-2022
Dokumen Redaksi
Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru