oleh

Jambore Kebangsaan Dituding Bungkam Gerakan Mahasiswa, Ketuplak: Itu Tak Argumentatif

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Munculnya tuduhan mahasiswa, atas akan digelarnya kegiatan Jambore Kebangsaan dan Wirausaha, yang akan melibatkan 5000 peserta se-Indonesia, akhirnya mendapatkan respon dari panitia pelaksana.

Ketua Pelaksana Jambore Kebangsaan dan Wirausaha, Agus Harta mengatakan, tuduhan itu tidak beralasan dan tidak argumentatif. Pasalnya, kata Agus menjelaskan, panitia sampai saat ini masih terus berjuang, mencari sponsorship secara profesional.

“Panitia hingga kini terus berjuang, mencari sponsorship secara profesional, selain juga mencari donatur dari jaringan dan relasi dari lima belas organisasi yang ada.” ujar Agus Harta dalam keterangan tertulisnya sebagaimana diterima redaksi Group Kicau, Selasa (10/10).

Sebelumnya, sejumlah organisasi mahasiswa yang mengatas namakan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Jakarta, dan Aliansi HMI Lintas Komisariat, menuding, kegiatan Jambore Kebangsaan dan Wirausaha dinilai sebagai pembungkaman atas gerakan mahasiswa.

Mahasiswa menuding, kegiatan Jambore Kebangsaan dan Wirausaha tersebut, telah mendapatkan kucuran dana dari APBN sebanyak lima Miliyar.

Agus menjelaskan, hingga saat ini, tidak ada dana APBN yang digunakan oleh panitia. Dia mengungkapkan, seluruh anggaran yang ada, telah terkonsentrasi pada penyediaan fasilitas peserta.

“Hingga kini, tidak ada dana APBN yang digunakan Panitia, dan seluruh anggaran terkonsentrasi pada penyediaan fasilitas peserta seperti tenda, konsumsi, MCK, instalasi listrik dan sound system,” ungkap Agus.

“Ini digunakan agar, sebanyak 5.000 peserta Jambore Kebangsaan dan Wirausaha dapat terfasilitasi secara optimal,” kata Agus Harta. (Editor Redaksi Group Kicau).

 

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru