oleh

[RENUNGAN] Oleh KH Yusuf Sholeh

Kalau di masa lalu kita belajar:

WAKTU adalah : UANG,

– maka Mulai saat ini kita belajar :
“WAKTU adalah : NAFAS ”
“WAKTU adàlah : IBADAH”

WAKTU adalah NAFAS yg setelah terlewat tidak akan bisa kembali

WAKTU adalah : IBADAH
karena setiap detik harus bernilai ibadah, apa pun aktivitasnya

Manusia sesungguhnya hanya PENGENDARA diatas punggung Usianya.

Berjalan hari demi hari,
bulan & tahun tanpa terasa.

Nafas kita terus berjalan seiring jalannya WAKTU,
Nafas kita begitu setia menuntun kita kepada pintu KEMATIAN.

Sesungguhnya :
DUNIA ini lambat tapi pasti dan terkadang tanpa disadari semakin kita JAUHI,

– dan Sesungguhnya:
LIANG KUBUR tanpa juga kita sadari semakin kita DEKATI.

– Satu Hari berlalu, berarti Satu Hari pula berkurang usia kita.

– Umur kita yg tersisa dihari ini sungguh tak ternilai harganya,
– Sebab esok hari belum tentu jadi bagian dari diri kita.

Karena itu:
“Jangan biarkan HARI/MALAM INI berlalu tanpa KEBAIKAN yg bisa kita LAKUKAN”*

JANGAN TERTIPU dg USIA MUDA,
karena SYARAT untuk MATI tidaklah harus TUA.

JANGAN terperdaya dengan badan sehat,
karena SYARAT MATI tidak pula harus SAKIT.

TERUSLAH
Berbuat baik…
Berkata baik…
Berhati baik…
Berfikir baik…
WALAU tak banyak orang yang mengenali/mengetahui kebaikan kita, dan meskipun tak ada yg memujinya.
– Sebab KEBAIKAN yang kita lakukan adalah SUATU KEBAHAGIAAN tersendiri,
dimana perbuatan BAIK kita Insya Allah akan terus dikenang oleh mereka yang kelak kita tinggalkan.

AKAR itu TIDAK TERLIHAT,
tapi dia MENYOKONG suatu KEHIDUPAN;

JANTUNG itu TIDAK TERLIHAT,
tapi dia terus BERDENYUT setiap saat tanpa henti dan DIA JUGA MENYOKONG suatu KEHIDUPAN
Hingga membuat KITA TERUS HIDUP, sampai BATAS WAKTUNYA untuk DIA BERHENTI..

Baca juga :  2017, GAPKI : Prediksi Harga Sawit Naik

وَٱلۡعَصۡرِ

Wal ‘ashr(i)

1. “Demi masa.”

إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَفِي خُسۡرٍ

Innal insaana lafii khusr(in)

2. “Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,”

إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ

Illal-ladziina aamanuu wa ‘amiluush-shalihaati wa tawaashau bilhaqqi wa tawaashaubish-shabr(i)

3. “kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru