oleh

Ketua Rt. 02/10 Perumnas II Parung Panjang Gelar Nobar Film G30S/PKI

BOGOR, KICAUNEWS. COM – Ketua Rukun Tetangga (RT) mengajak warganya nonton bareng film sejarah Pengkhianatan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) di lapangan Jl. Pepaya IV RT 02/10 Perumnas II Bumi Parung Panjang Bogor, Sabtu (30/09/17).

Acara nobar G30S/PKI dimulai pukul 20.00 Wib hingga selesai, di hadiri oleh Masyarakat, mulai dari anak – anak, pemuda dan orang tua.

Dalam isi film G30S/PKI yang dirilis tahun 1984 di bawah Pusat Produksi Film Negara (PFN) itu menceritakan penculikan para Jenderal dimasa keemasan Indonesia, dimana demokrasi kala itu sedang bergejolak kondisi perekonomian yang merosot dengan politik PKI yang kuat kala itu hingga akhirnya direncanakan penculikan para Jenderal di mulai tanggal 30 September sampai 1 Oktober.

Ke 6 dan satu perwira yang di culik diantaranya, Letjen TNI Ahmad Yani, Mayjen TNI R. Suprapto, Mayjen TNI M.T. Haryono, Mayjen TNI S. Parman, Brigjen TNI D.I. Panjaitan, dan Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo. Satu Jenderal senior lain, Jenderal TNI A.H. Nasution yang merupakan sasaran utama, lolos dar maut. Namun ajudannya, Lettu CZI Pierre Tendean tewas dalam versi ini.

G30S/PKI di pimpin Letkol Untung Sutopo para Jenderal yang di culik dalam keadaan dan tempat yang berbeda kemudian di bawa ke sumur lubang buaya Jakarta untuk di siksa oleh para anggota PKI.

Dalam strategi penculikan sudah disiapkan satu bulan lamanya oleh petinggi PKI. Eksekusi di komandoi oleh Letnan Kolonel (Letkol) Untung Sutopo. Jenderal yang selamat menurut cerita film karya Arifin C Noer ini, adalah Jenderal Nasution yang melarikan diri serta melompati pagar.

Selanjutnya, semua unit anggota Letnan Kolonel Untung (PKI) mengambil alih kantor Radio Republik Indonesia (RRI) dan memaksa staf di sana untuk membacakan pidato Untung yang menyatakan bahwa G30S/PKI telah bergerak untuk mencegah kudeta oleh “Dewan Jenderal” dan mengumumkan pembentukan “Dewan Revolusi”.

Baca juga :  Pendidikan sebagai Senjata Melawan Penjajahan Era Baru

Anak buah G30S/PKI lain pergi ke Istana untuk mengamankan Presiden tapi menemukan bahwa Presiden telah pergi meninggalkan Istana.

Pidato radio lain kemudian segera dibacakan, menguraikan komposisi Dewan Revolusi yang baru dan mengumumkan perubahan hirarki Angkatan Darat. Para pemimpin G30S/PKI mulai merencanakan pelarian mereka dari Halim, yang harus dilakukan secepatnya.

Menurut Ketua RT 02/10 Susanti, melaui pesan WhatsApp kepada awak media KICAUNEWS. COM, bukan filmnya yang kita lihat tapi sejarah akan pemberontakan PKI yang harus kita lihat dengan nonton bareng ini kita bisa ambil acuan bahwa para komunis melakukan perbuatan yang keji terhadap para Jenderal pada masa itu.

“Kita tidak boleh melupakan sejarah sebagai masyarakat Indonesia. Kita harus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan tetap bersatu jangan di kotak-kotakan dan tetap bersatu dengan kebhinekaannya dengan dasar Pancasila serta jangan terpancing isu saat ini yang sedang heboh,” ucap Santi.

“Hormati para pejuang dengan bukti prestasi para generasi muda Indonesia terutama warga RT 02/10 Inikan film yang belum tentu sesuai dengan kondisi sebenarnya tapi kita bisa ambil benang merahnya bahwa pergerakan Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah politik yang keji dan dengan ajang nobar ini kita warga Rt. 02 bisa saling bersilahturahmi” tutupnya.( Trisno)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru