oleh

Koramil 19 Pondok Aren, Kewalahan, Antusias Warga terhadap Film G30S – PKI

Tangerang Selatan, Kicaunews.com  – Pro kontra penayangan kembali film G30S-PKI menyita perhatian masyarakat luas. Seperti diketahui, saat ini terjadi polemik dikalangan masyarakat terkait perintah Panglima TNI terhadap jajarannya untuk nonton bareng film yang dirilis tahun 1984, di masa Orde Baru.

Dikatakan Komandan Koramil 19 Pondok Aren Kapten Cba Tumpak Siregar, intruksi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menjadi perdebatan sejumlah kalangan, termasuk politikus, bahkan menjadi Viral oleh pegiat sosial.

“Sesuai dengan perintah pimpinan, Kami melalui Bhabinsa yang betugas di 11 kelurahan se-Pondik Aren untuk melaksanakan nonton bareng (Nobar) pemutaran film sejarah G30S-PKI,” ungkapnya.

Tujuannya kata dia “Bukan untuk mendiskreditkan, tetapi peristiwa tersebut agar diketahui generasi muda, agar kita tidak terprovokasi lagi dan tetap dalam bingkai NKRI, ” kata Tumpak, saat di temui dikantornya, Minggu sore, (24/09).

Tumpak Siregar tidak menampik pro dan kontra bahkan menjadi polemik ternyata masyasakat Pondok Aren saat ini sudah mulai cerdas, bahkan mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat.

“Perlu diketahui, Kami kewalahan, banyak warga perumahan di Pondok Aren, melaui RT dan RW mereka meminta untuk nobar film tersebut dilikungan masing- masing,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Abdul Karim memberikan tanggapannya terkait gelaran acara Nobar yang digelar dihalaman kantor kelurahan Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Sabtu malam (24/09)

“Kangen dengan film ini karena sudah lama tidak ditayangkan, semoga kita lebih mendalami sejarah dengan menonton film ini, dan saya berharap generasi muda di sini bisa mengetahui sejarah bangsanya bahwa PKI pernah beberapa kali melakukan pemberontakan terhadap NKRI,” kata Karim.

Dalam kesempatan yang sama, Lurah Jurang Mangu Timur Hendra mengatakan, seluruh masyarakat Indonesia tentu mengetahui sejarah kelam Bangsa Indonesia yang terjadi di bulan September di tahun 1948. Di mana pada kala itu sebuah Partai Komunis Indonesia (PKI), dengan kejamnya telah menggoreskan tinta merah kepada rakyat Indonesia.

Baca juga :  Personil Gabungan Eksekusi Bangunan Yang Disinyalir Sebagai Warem di Tangsel

“Dengan kembali memutar Film G 30 S PKI akan menambah soliditas dan kecintaan terhadap bangsa ini dari bahaya laten PKI. Dan patut diapresiasi telah difilmkan, dimana kita bisa mewarisi sejarah kepada generasi penerus dengan tujuan mewaspadai bahaya laten PKI,” pungkasnya. (abah)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru