oleh

Kuasa Hukum: Notaris Umiati Dikriminalisasi Biar dijeruji Besi

Gianyar, balipuspanews.com – Miris jika hal ini memang benar terjadi, ada upaya kriminalisasi terdakwa notaris Umiati Soedjati, S.H. (52) dalam sidang kasus Perkara Pidana Notaris di Pengadilan Negeri Gianyar.

“Jelas terlihat dalam surat dakwaan serta jawaban jaksa penuntut umum terdapat suatu niatan dari pelapor (Raslan, red) untuk mengkriminalisasikan notaris kliennya tersebut,” kata Zulfian Rehalat SH, salah satu kuasa hukum dari notaris Umiati Soedjati, S.H, Kamis (14/9).

Lebih jauh pengacara yang berkantor di LBH Pemuda Indonesia ( salah satu lembaga otonom yang di bentuk oleh DPP KNPI, red ) menyatakan

Advokat muda ini juga mengatakan sungguh jelas terlihat bahwa pelapor dalam perkara ini telah dengan sengaja dan dengan menggunakan tangan besi merampas kebebasan serta kemerdekaan dari notaris kliennya hanya untuk memperoleh keuntungan pribadi dengan alasan bahwa notaris badung tersebut telah diduga menggelapkan Sertifikat Hak Milik (SHM).

“Hal ini sangat jelas bertentangan dengan hak asasi manusia,” jelasnya.

Ditekankan, pada awalnya perkara dimulai dengan adanya perjanjian jual beli antara pelapor dengan pembeli serta notaris Umiati bertindak untuk mengurus semua aspek jual beli bagi para pihak atas seizin dari kedua belah pihak

Selanjutnya, perjalanan proses jual beli tersebut tidak berjalan dengan baik sehingga timbul rasa takut dari diri Umiati selaku pihak ketiga yang terlibat dalam proses jual beli, bahwa dirinya sebagai pihak yang membantu proses jual beli tersebut akan di gugat oleh para pihak.

Oleh karenanya SHM tersebut tetap di simpan di kantornya dengan maksud membantu para pihak untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

Sayang, hal ini menurutnya justru menjerumuskan notaris umiati kedalam sel tahanan saat ini.

Baca juga :  Bali Di Guncang Gempa !!!

Sebelumnya dalam eksepsinya penasehat hukum terdakwa pada sidang eksepsi dari penasehat hukum, pihaknya telah melakukan pembelaan dari melihat ketidak cermatan jaksa Penuntut Umum dalam surat dakwaannya yang tidak tepat locus delictinya (tempat kejadian perkara, red),

“Tentang kewenangan absolut dan kewenangan relatif dari pengadilan yang tidak tepat. Sehingga eksepsi tersebut dapat di kabulkan oleh Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini di PN Gianyar,”
jelasnya.

Seperti diketahui pada Hari Rabu (13/9) persidangan perkara pidana notaris memasuk tahapan 3 dalam agenda jawaban jaksa terhadap eksepsi penasehat hukum terdakwa.

Pada sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Ida Bagus Made Ari Suamba, S.H. di dampingi 2 hakim Anggota Wawan Edi Prasetiyo, S.H., M.H dan Danu Arman, S.H.,M.H.

Ketua Majelis Hakim IB Made Ari Suamba mengatakan terdakwa Umiati Soedjati, S.H. (52) Banjar Kawan Desa Mas Kecamatan Ubud, memasuki persidangan tahap 3, dimana sebelumnya sudah melewati 2 tahapan diantaranya; tahapan 1 pembahasan dakwaan, tahapan 2 eksepsi dari penasehat hukum, dan tahapan 3 tanggapan jaksa terhadap eksepsi penasehat hukum terdakwa.

Menurutnya sesuai tuntutan pada persidangan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum, I Wayan Genip, SH terdakwa melanggar hukum Negara dengan pasal 372 subsider, pidana penjara paling lama 4 tahun dan 374 primier KHUP pidana pejara paling lama 5 tahun. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru