oleh

Front Bela Indonesia Gelar diskusi Publik “Stop Kolonialisasi Meikarta”

JAKARTA, KICAUNEWS.COM– Rabu (20/9/2017), akhir bulan Dzulhijjah 1438 H, Front Bela Indonesia menggelar Diskusi publik tentang stop Kolonialisasi Meikarta dan

Gerakan Tolak Meikarta (GTM).

Nur Hidayat selaku ketua pelaksana dan koordinator acara mengatakan bahwa Islam itu menegakkan keadilan,oleh karena nya Proyek Meikarta ini tidak menggubris tentang keadilan,Setelah mereklamasi Teluk Jakarta tanpa izin dan AMDAL, kembali 9 cacing mempertontonkan arogansi, pelecehan serta pembangkangan terhadap NKRI.

Lippo group membangun Meikarta, tanpa izin juga tanpa AMDAL. Yang lebih gila lagi MEIKARTA yang belum mengantongi izin sudah berani dipasarkan.

Perbuatan ini jelas-jelas pelecehan dan pembangkangan terhadap pemerintah Republik Indonesia.

Bahwa pembangunan Meikarta yang belum mempunyai izin dan tanpa AMDAL, “Konsumen berada dalam posisi yang sangat rentan dirugikan, karena tidak memiliki jaminan atas kepastian hukum” papar TULUS ABADI, Ketua Pengurus Harian YLKI, dalam keterangan tertulisnya Rabu (20/9/2017).

“Bahwa pembangunan Meikarta yang belum mempunyai izin dan tanpa AMDAL, pemasaran dan penjualannya adalah aktivitas ilegal, yang menjual barang ilegal adalah kriminal” Kata Wagub Jawa Barat Deddy Mizwar.

Di sisi lain Alamsyah Saragih Komisionaris Ombusman RI menyarankan bagi yang sudah terlanjur melakukan pembayaran berhak meminta pengembalian dana tersebut.

PEMBANGUNAN MEIKARTA HARUS DISTOP DAN DIBATALKAN

GERAKAN TOLAK MEIKARTA (GTM) MENGADAKAN DISKUSI pada
Hari ini Rabu, 20 September 2017. Bertempat : Di Lt.5 Gedung Cawang Kencana (Samping KODAM JAYA), UKI, JAKTIM.

Acara ini di isi dengan :
1. Pemaparan
2. Pernyataan Sikap
3. Konfrensi Pers.

Rencananya pembicara yang akan di tampilkan,

1. Deddy Mizwar (Wagub JABAR),
2. Ketua Ombusman Indonesia,
3. Ketua YLKI,
4. Hendrajit (Pengamat Sosial),
5. Lukmanul Hakim (Advokat),
6. dr. Ali Mahsun (APKLI),
7. Muslim Arbi (GALAK),
8. Ahmad Dhani (Artis)
9. Komarudin Ibnu Mikam (KETUA BAMUS BEKASI)
10. dr. ZULKIFLI (Moderator)

Nur Hidayat (Koordinator acara)
Nur Hadi
(Sekretaris acara )

Baca juga :  Bhabinkamtibmas Kelurahan Ciumbuleuit Polsek Cidadap Polrestabes Bandung Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru Untuk Cegah Penyebaran Covid -19

Penggusuran Ibukota atau pemindahan Ibukota di katakan dr Zulkifli sebagai moderator mengatakan dalam pembukaan diskusi publiknya.

Dalam pertemuan Pengusaha Tiongkok di Nusa dua Bali waktu itu ,salah satu pengusaha mengatakan Tanamlah investasi di Indonesia dalam tiga sektor yakni tambang batubara,
infrastruktur,
property di katakan narasumber Hendrajit selaku pengamat sosial.
Antara Karawang -Purwakarta masih ada tambang minyak yang aktif.

Meikarta alat ekonomi untuk menindak bobokan kita semua ,di katakan oleh salah satu narasumber.

Untuk itulah Kami dari Front Bela Indonesia,Tolak Meikarta menyampaikan sikap sebagai berikut :
1.Memprotes keras sikap dan tindakan yang tidak mencerminkan amanah konstitusi UUD’45 dan Pancasila secara murni dan konsekuen
2.Mengutuk keras para pelaku pembangkangan terhadap konstitusi
3.Stop proyek pembangunan yang bersifat arogan.
4.Pembangunan harus terwujud dan terlaksana atas konsep yang sesuai dengan aturan per UU An dan hukum yang berlaku
5.Tolak Meikarta
6.Proses hukum pelaku usaha Meikarta
7.Meminta kepada warga / masyarakat untuk tidak melakukan transaksi kepada pihak pihak usaha yang melanggar hukum dalam hal ini Meikarta. (A Widhy)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru