Dicatat! Debt Collector Tarik Jaminan Nasabah Kreditur Sembarangan, Lakukan Ini

0
Bagikan :

Tangsel, Kicaunews.com – Banyaknya debt collector yang berujung perampasan terhadap kreditur di jalan membuat nasabah kredit panik dan ketakutan saat menghadapi debt collector.

Namun, patut anda ketahui jika tindakan debt collector atau yang lebih sering dijuluki mata elang ini telah melanggar hukum dan bisa diproses secara hukum.

Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho mengatakan, sepanjang tahun 2017 terdapat tiga laporan terkait penarikan motor dijalan yang dilakukan oleh debt collector.

“Di Polres Tangsel, sepanjang tahun ini ada 3 laporan pengambilan paksa di jalan kendaraan bermotor roda dan semua LP, ranmor yang diambil adalah jaminan fidusia (termasuk LP yang terakhir) ” kata Alexander melalui aplikasi WhatsApp, Rabu (19/9/2017) kemarin.

Alexander menjelaskan, sebenarnya hak eksekusi dari proses jaminan fidusia itu dimiliki oleh penerima fidusia (Leasing), apalagi pembayarannya telat, akan tetapi caranya bukan seperti itu.

“Hak eksukutorial melekat kepada perjanjian fidusia, akan tetapi eksekusi jaminan fidusia telah diatur melalui Peraturan Kapolri yang merupakan amanat dari UU Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia sehingga eksekusi barang Jaminan Fidusia (sebab yang paling banyak karena menunggak pembayaran kredit) yang tidak sesuai dengan Perkap tersebut, maka akan terkena rumusan Pasal Perbuatan Pidana dalam KUHPidana, ” terang Alexander.

Alexander juga menghimbau apabila masyarakat berhadapan dengan debt collector dengan mengarahkan debt collector tersebut untuk ke kantor Polisi.

“Kalau tetap bersikeras, silahkan meminta pertolongan kepada warga yang kebetulan melintas atau masyarakat yang ada untuk bisa bersama sama menuju kantor polisi terdekat, ” tukasnya. (Jef)

Bagikan :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*