Akan Dilaporkan ke Ombusdman, Ada Apa Dengan KPPU ?

0
Bagikan :

MEDAN, KICAUNEWS.COM — Asosiasi Perusahaan Pemakai Gas (Apigas) Sumatera Utara (Sumut) menyayangkan pernyataan sepihak yang dikeluarkan salah satu komisioner Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) Pusat terkait adanya pernyataan yang hingga kini belum ditemukan bukti adanya praktik monopoli harga gas di Medan.

Seperti dikatakan Ketua Apigas Sumut Johan Brien yang diberitakan TRIBUNMEDAN, pernyataan salah satu komisioner KPPU yang terbit di salah satu media nasional itu dinilai tidak kredibel.

Ketua Asosiasi Perusahaan Pemakai Gas (Apigas) Johan Brien (Dok Tribunmedan)

“Saya sudah membaca dan ada kliping berita salah satu media nasional. Dimana ada salah satu komisioner KPPU Pusat yang menyatakan belum menemukan bukti praktik monopoli harga gas di Medan. Itu sangat kita sayangkan,” ujarnya, Jumat pada jum’at (15/9/2017) seperti dilansir TRIBUNMEDAN.

Johan mengatakan, pernyataan itu disampaikan tidak mewakili KPPU secara lembaga dan tidak kredibel. Apalagi, saat ini proses persidangan dan pemeriksaan sedang berlangsung.

“Jadi, apa maksud salah satu komisioner yang menyatakan demikian. Saya menduga adanya intervensi dari pihak terlapor hingga seorang komisioner berani mengeluarkan pernyataan demikian,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebagai salah satu pelapor praktik monopoli harga gas itu. Johan yakin pihaknya sudah melampirkan semua bukti yang dapat menjadi pembuktian bagi KPPU untuk praktik monopoli yang dimaksud.

“Dalam prosesnya, kita sudah sampaikan bukti dan keterangan yang membuktikan bahwa benar adanya praktik monopoli di sana. Saya kira di sana sudah jelas. Jadi jangan sampai persoalan ini menjadi pembahasan baru,” jelasnya.

Dikatakannya, jika nantinya KPPU Pusat mengeluarkan putusan bahwa tidak ada praktik monopoli tersebut, maka dirinya berencana akan melaporkan KPPU ke Ombudsman RI.

“Kita lihat saja. Kita sudah menyiapkan langkah, akan ke Ombudsman jika kenyataan tidak terbukti. Karena secara tegas juga sudah saya sampaikan ke KPPU mengenai praktik monopoli ini,” tegasnya.

Saat ini, KPPU sedang menangani sidang dalam pelaporan, mengenai adanya dugaan pengaturan harga gas dan praktik monopoli di Medan. Kasus ini juga sedang diproses di KPPU Jakarta.

Sebagai informasi, perkara dugaan monopoli gas ini mulai mencuat setelah muncul keluhan dari kalangan pengusaha mengenai permasalahan pendistribusian gas industri di Sumatera Utara.

Adapun pasokan gas tersebut didistribusikan PGN yang mendapatkam pasokan gas alam cair dari Papua dan Sulawesi melalui terminal LNG Arun. Persoalan distribusi sudah ditindaklanjuti KPPU sejak September 2016 yang lalu.

[TRIBUNMEDAN]

Bagikan :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*