oleh

Survei Stratakindo: Pemilih Militan Pada Balon Pilkada Sumsel Masih Lemah

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Dalam rangka menyambut datangnya Pilkada Serentak 2018 di Sumatera Selatan, Lembaga Survei Stratakindo Reseach and Consulting, melakukan survei politik untuk yang ketiga kalinya.

Survei tersebut, sengaja digelar, sebagai upaya untuk mengetahui dan mengungkap peta politik dan kekuatan para bakal calon yang hendak maju pada Pilkada 2018 di Sumatera Selatan nanti.

Publik boleh-boleh saja mengetahui peta kekuatan para kandidat yang akan maju dalam Pilkada, dan melalui survei yang dilakukan ini.

Kita akan mengetahui seberapa tinggi bakal calon yang muncul, yang dikenal, disukai, dan seberapa banyak mereka yang hendak maju, diinginkan oleh pemilih untuk menjadi kepala daerah.

Begitulah hal itu, disampaikan Direktur Stratakindo Reseach and Consulting, Octarina Soebardjo, dalam Preas Rilisnya, sebagaimana diterima redaksi, Kamis (14/09) di Jakarta.

Hasil temuan dalam survei tersebut, dijelaskan Octarina Soebardjo menambahkan, Stratakindo Reseach and Consulting mendapatkan temuan adanya peningkatan tiga nama bakal calon Pilkada, diantaranya Syahrial Oesman, Herman Deru, dan Dodi Reza Alex Noerdin.

“Dalam survei kali ini, elektabilitas Syahrial Oesman meningkat sebanyak 21,70%, yang 12,70 nya adalah pemilih militan, Herman Deru dengan elektabilitas 19,20%, dengan jumlah pemilih militan sebanyak 8,2%, dan Dodi Reza Alex Noerdin berada pada angka 14,60%, dengan jumlah pemilih militan, sebanyak 7,4%,” tambah Octarina.

Meskipun demikian, Octarina menegaskan, peta politik pada Pilkada 2018 nanti, masih ada kemungkinan untuk berubah. Direktur Stratakindo Reseach and Consultan ini menjelaskan, dari pemilih militan yang dimilki para bakal calon tersebut, semuanya masih rendah.

“Sejauh ini, dengan melihat peta kekuatan yang ada, nama-nama yang beredar satu sama lainnya punya peluang. Bisa menang, bisa kalah. Fragmentasi kekuatan yang ada, menggambarkan suatu kondisi bahwa untuk menang memerlukan pergerakan kampanye yang massif dan terstruktur,” jelas Octarina.

Baca juga :  Launching Pilgub Sumsel, Bakal Dihadiri KPU dan Bawaslu RI

Dia mengatakan, selain untuk mengetahui seberapa tinggi popularitas bakal calon, survei ini juga sengaja dilakukan sebagai salah satu upaya, untuk mengetahui trend perilaku pemilih.

Octrina menilai, terdapat variabel penting yang harus diuji dalam survei ini, baik variabel dalam dimensi sosiografis, dimensi psikologis, maupun pencitraan publik. Kualitas kandidat, kata Octrina, juga sebagai salah satu faktor paling menetukan dalam menilai pilihan politik pemilih.

“Survei ini menguji sejauh mana tingkat popularitas nama-nama yang mulai beredar dan bagaimana probabilitas keterpilihannya, seberapa kuat modal dukungan dan sebaran dukungan yang dimiliki, serta faktor apa saja yang mampu mempengaruhi pilihan politik pemilih,” ujar Octarina Soebardjo, Direktur Stratakindo Reseach and Consulting.

Dia menjelaskan, survei ini juga dilakukan, untuk mengetahui sejauh mana dan bagaimana sikap pemilih dalam merespon dan melihat isu yang berkembang, baik isu yang berkembang melaui saluran media, serta dalam melihat cara pandang masyarakat, dalam melakukan evaluasi kinerja pada Pemerintah Daerah.

“Bagaimana pemilih bersikap terhadap isu yang berkembang, dan bagaimana akses mereka terhadap saluran media yang ada? dan bagaimana mereka, yakni para pemilih, memberikan evaluasi kinerja pemerintah daerah selama ini?,” tegas Octarina Soebardjo.

Diketahui, survei ketiga tersebut, dilakukan Stratakindo Reseach and Consulting pada 5 sampai 10 September 2017, dengan populasi survei seluruh masyarakat Sumatera Selatan, dengan kategori umur dari 17 tahun keatas.

Adapun jumlah sampel yang diterapkam sebanyak 820 dengan margin of error sebesar kurang lebih, 3,5 persen, pada tingkat kepercayaan sebanyak 95 persen. (Editor Redaksi).

Dokumen Redaksi.
Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru