oleh

Sempat Jadi Perbincangan, Ini Penjelasan Kata ‘Budak’ Dalam PBM

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Kata ‘Budak’ yang menjadi nama tengah dari Paguyuban Budak Montor (PBM), salah satu organisasi pemuda yang ada di kampung Montor, Kecamatan Pagelaran, Pandeglang Banten, dalam beberapa waktu ini sempat menjadi pertanyaan publik. Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), kata ‘Budak’ memang identik dengan seorang ‘pembantu, bahkan hamba sahaya’ namun apakah demikian arti dari kata ‘Budak’ dalam Paguyuban Budak Montor (PBM) ?.

Anggota Paguyuban Budak Montor (PBM), Deni Iskandar menegaskan, kata ‘Budak’ dalam Paguyuban Budak Montor (PBM) tidaklah demikian. Dia mengatakan, banyak arti dari kata ‘Budak’ yang harus dimaknai dan diperhatikan secara seksama. “Bagi saya, mengartikan kata ‘Budak’ itu tergantung dari perspektif, saya kira kita semua, khususnya bangsa Indonesia punya cara pandang masing-masing dalam mengartikan budak,” ujar Deni,

Pria yang akrab dipanggil Goler ini, lebih lanjut menjelaskan, dalam bahasa Sunda Banten, memang bahasa ‘Budak’ bukanlah pembantu, atau hamba sahaya, tapi lebih tegasnya, bermakna, anak atau orang. “Dalam kamus bahasa Banten, yang disunting oleh Mukhti Ali, salah satu pakar bahasa dan budaya Banten, kata ‘Budak’ tidak bermakna, ‘Pembantu, atau pun hamba sahaya’ kata ‘Budak’ ini lebih bermakna pada identitas, Budak Banten atau Orang Banten,” jelas Deni.

Mahasiswa semester akhir di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, menyarankan agar, kata ‘Budak’ dalam nama Paguyuban Budak Montor (PBM) itu, tidak diartikan dalam cara pandang dan tutur bahasa Indonesia.

“Kita harus adil dalam memaknai bahasa, sebab setiap daerah itu punya bahasa sendiri, dan logat sendiri, ya kalau kita melihat kata ‘Budak’ dalam logat Sunda Wetan, maupun dalam bahasa Jakarta, tidak adil, sebab kedua daerah tersebut, punya identitas yang berbeda terutama dengan identitas Banten,” ujar Deni.

Baca juga :  HMB Tuding, Kunjungan Jokowi Ke Pandeglang, Pencitraan Menjelang Pilpres 2019

Sekertaris Umum Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) Jakarta ini lebih jauh menjelaskan, kata ‘Budak’ yang ada dalam nama PBM sudah tepat dan sesuai dengan karakter dan Identitas Banten. “Nama ‘Budak’ sudah sesuai saya kira yah, apalagi Montor ini kan adanya di Banten, jadi secara tidak langsung kita sudah membumikan bahasa sunda Banten, kecuali Montor ada di Sumatera, atau pun di Sudah belah wetan tea, kakarak kudu dipertanyakeun, inikan tidak,” jelas Deni Iskandar.

Sekedar informasi, Paguyuban Budak Montor adalah organisasi pemuda di Kampung Montor, Kecamatan Pagelaran, Pandeglang Banten. Organisasi ini bersifat independen, dan bukan bagian dari ormas maupun partai politik.

Bahkan tujuan dibentuknya Paguyuban Budak Montor (PBM) ini, sebagai upaya untuk menyatukan dan mempersatukan Pemuda di kampung Montor, dengan harapan memberikan kemajuan pada kampung. (Redaksi/).

Logo Paguyuban Budak Montor (PBM). Foto Redaksi.

 

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru