oleh

Gelar Diskusi, Badko Jabotabeka Banten Berharap, Budaya Betawi Tak Terkikis

TANGSEL, KICAUNEWS.COM – Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, budaya ‘betawi’ saat ini hampir terkikis oleh kemajuan zaman. Menyikapi hal tersebut, Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam, (Badko HMI) Jabotabeka-Banten, menggelar diskusi tentang budaya betawi.

Acara yang digelar di Ciputat Tangerang Selatan ini, selain dihadiri oleh ketua Umum Badko Jabotabeka Banten, Arief Wicaksana, dan jajaran pengurusnya, dalam acara ini juga, Badan Koordinasi HMI menggandeng organisasi kepemudaan.

Depicab Soksi Tangerang Selatan, dan Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (PK KNPI) adalah dua organisasi yang digandeng Badko dalam acara diskusi.

Acara diskusi yang bertajuk ‘Peran Seni Budaya Dalam Perkembangan Zaman’ ini berlangsung intetaktif, dengan dihadiri oleh pembicara yang berbobot.

Ketua Bidang Seni Budaya Badko HMI Jabotabeka Banten, Noval Alfarez menilai, budaya betawi saat ini semakin tergerus oleh zaman. Meskipun demikian, Noval menegaskan, budaya betawi harus dan perlu dilestarikan dan harus menjadi bagian dari aset budaya Indonesia.

“Budaya betawi ini harus dilestarikan, dan harus menjadi bagian aset dari budaya indonesia. Jangan sampai budaya betawi ini hilang.” tegas Ketua Bidang Seni Budaya Badko HMI Jabotabeka Banten, Noval Alfares, dalam Preas Rilisnya sebagaimana diterima Redaksi.

Senada, Ketua Umum Badko HMI Jabotabeka Banten, Arief Wicaksana mengatakan, dengan diselenggarakannya kegiatan diskusi ini, Arief berharap, bisa memberikan wawasan budaya betawi.

“Semoga digelarnya dialog tentang budaya betawi ini, bisa memberikan wawasan budaya betawi dan bisa terus bersilaturahmi,” kata Arief Wicaksana.

Diketahui, dalam acara diskusi tersebut, hadir Sekjen Blandongan Tangerang Selatan, Tomy Irawan, dan Founder Tangerang Selatan Jazz, Rudi Gani, yang juga mantan Ketua Umum Badko HMI Jabotabeka Banten.

Dalam acara diskusi budaya betawi tersebut, Founder Tangerang Selatan Jazz, Rudi Gani menilai, kegiatan diskusi yang digelar Badko merupakan terobosan.

Baca juga :  Kapolsek Sukajadi Bersama Wakapolsek Sukajadi Dan Para Kanit Cek Persiapan Lembur Tohaga Lodaya 2020

Terobosan Badko Jabotabeka Banten

“Ini merupakan terobosan Badko HMI Jabodetabeka-Banten menggelar diskusi dan sharing dengan teman-teman organisasi lain seperti di daerah pedalaman Tangsel.” kata Rudi Gani, Mantan Ketua Umum Badko HMI Jabotabeka Banten.

Dia mengatakan, kegiatan diskusi ini, selain belum sempat dilakukan pada kepengurusan Badko sebelumnya, dengan adanya diskusi ini, Rudi berharap, HMI sebagai organisasi bisa lebih dekat dengan masyarakat.

“Ini merupakan satu hal yang belum sempat dilakukan pada pengurusan Badko HMI Jabodetabeka-Banten periode sebelumnya. Ini hal yang kreatif yang bisa membuat hmi lebih dekat dengan masyarakat,” tegas Rudi Gani, panggilan akrabnya kanda RG.

Dengan semakin tegerusnya budaya betawi, kata Rudi menegaskan, maka hal ini menjadi pekerjaan rumah, semua elemen bangsa untuk terus bisa melestarikan budaya tersebut.

“Ini menjadi PR bagi semua elemen dan khususnya orang betawi untuk menghidupkan kembali budaya betawi,” tegas Rudi.

Senada dengan Rudi, di tempat yang sama, Sekertaris Komunitas Blandongan Tangerang Selatan, Tomy Irawan menilai, salah satu upaya untuk bisa melestarikan budaya betawi yang semakin tergerus, pemerintah harus membuat payung hukum yang jelas dan tegas.

Harus Ada Perda Cagar Budaya Betawi

Dia mengatakan, di Kota Tangerang Selatan ini, Perda tentang cagar budaya betawi, harus ada. Dengan adanya Perda tersebut, kata Tomy, budaya betawi ini tidak akan terputus.

“Budaya betawi yang dulu mati dan perlu digali dan dihidupkan kembali. Seperti tali sillaturahmi kekeluargaan dan silsilah keluarga. Jangan sampai terjadi istilah mati obor,” tegas Tomy.

Dalam acara diskusi yang digelar oleh Badko HMI Jabotabeka Banten ini, Tomy berharap, pergerakan budaya betawi yang dulunya identik dengan Jawara, jangan sampai tergerus bahkan tergeser.

Baca juga :  Kongres HMI Sudah Diamankan, 107 Cabang Menerima LPJ Mulyadi P Tamsir

“Jawara yang lekat dengan seni beladiri betawi tetap menjadi tradisi juga,” ujar Tomy. (Adipati Rangga).

Samping Kanan, Rudi Gani Mantan Ketua Umum Badko Jabotabeka Banten, Tengah, Arief Wicaksana, Ketua Umum Badko HMI Jabotabeka Banten, sebelumnya Badko Jabotabeka Banten Sempat Kisruh, diberitakan sebelumnya, Arief Wicaksana adalah Ketua Umum yang sah menurut PB HMI menggantikan Robbi Sjahrir, yang sebelumnya terpilih menjadi formatur pada Musda di Pandeglang.
Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru